Home Politik Wanita Perekam dan Penyebar Video 'Penggal Jokowi' Ditetapkan Jadi Tersangka

Wanita Perekam dan Penyebar Video 'Penggal Jokowi' Ditetapkan Jadi Tersangka

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Pada Rabu (15/05/2019) malam, dua terduga pelaku yang merekam dan menyebarkan video ancaman ‘penggal kepala Jokowi’ tiba di Polda Metro Jaya. Mereka dibawa untuk menjalani pemeriksaan berkenaan kasus dugaan ancaman terhadap Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, satu dari pelaku kini sudah ditetapkan jadi tersangka oleh pihak yang berwenang.

Seperti dilansir dari reportase JawaPos.com, Kamis (16/05/2019), wanita berinisial IY saat ini statusnya diketahui telah menjadi tersangka. Sementara itu, seorang perempuan lain yang belakangan diketahui berinisal R belum ditetapkan jadi tersangka. Hingga kini dia masih berstatus saksi serta menjalani pemeriksaan intensif.

Ketika digiring aparat, keduanya memilih bungkam dan terus berjalan ke ruang penyidik. Mereka berdua tampak tertunduk lesu seraya menutupi wajahnya.

“Pelaku yang merekam dan menyebar video tersebut,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi awak media, Rabu (15/05/2019).

Diketahui, pelaku diciduk di kediamannya di Grand Residence City, Cluster Prapanca 2, Blok BB 11 No.21, Bekasi. Sewaktu dibekuk, pelaku (Ina Yuniarti) mengakui bahwa wanita yang berada di dalam video tersebut adalah benar dirinya. Dia jugalah yang menyebarkan video itu melalui grup pesan singkat WhatsApp.

Baca juga: Tersangka yang Ancam Penggal Kepala Presiden Ternyata Berencana Menikah Setelah Lebaran

Menukil Makassar.TribunNews.com, satu wanita tersebut tampak mengenakan jaket berwarna merah muda, celana jeans, masker, kerudung hitam dan membawa tas merah. Sementara perempuan lainnya mengenakan kerudung biru dan jaket hitam. Kedatangan mereka dikawal 5 mobil. Masing-masing terduga pelaku juga didampingi satu Polwan menuju gedung Ditreskrimum.

Lebih lanjut, polisi menyita beberapa barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus ini. Di antaranya yaitu kaca mata hitam, telepon genggam, masker hitam, kerudung warna biru dan tas warna kuning.

“Ada beberapa barang bukti yang diamankan,” tukasnya.

Dikemukakan Argo, kedua pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada petugas. Kendati begitu, mereka akan tetap diperiksa ulang oleh penyidik di Polda Metro Jaya.

“Yang bersangkutan mengakui (perbuatannya),” ucapnya.

Pelaku diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini.

Seperti dimaksud dalam Pasal 104 KUHP, Pasal 110 junto Pasal 104 KUHP, Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Kasus ini berawal dari beredarnya sebuah rekaman video bermuatan ancaman kepada Presiden Jokowi. Di video itu, Hermawan Susanto (HS) mengatakan kalimat ‘penggal kepala Jokowi’. Aksi ini direkam oleh seorang wanita yang berada di samping HS.

Video tersebut diduga dibuat saat menggelar aksi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Jakarta, Jumat (10/05/2019).

Tak lama berselang setelah video itu viral, Tim Jokowi Mania mengambil langkah hukum terhadap kejadian tersebut. Pendukung Jokowi tersebut membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (11/05/2019). Laporan itu teregister dalam LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Mereka juga turut melaporkan pelaku pembuat dan penyebar video terkait.

Polisi lalu menangkap HS di sebuah perumahan di Parung, Bogor. HS lantas ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman seumur hidup.

Dia dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden.

View this post on Instagram

Miris guys, karena tak suka Dengan Presiden RI, pria ini katanya siap mau penggal kepala Jokowi. Mohon bapak polisi ini pria ini bisa diberi pelajaran biar tidak seperti ini lagi? @divisihumaspolri @ditreskrimumpmj @ditreskrimsuspoldametrojaya @polrimabes @polisi_indonesia @humas.pmj @gatot_eddyp @jokowi @dukung_jokowi2periode @jokowi.presidenku01 #jokowi #kepala #nya #mau #dipenggal #help #polisiganteng #polisi #tindak #beriefekjera

A post shared by West Journal Palma(WJP) (@westjurnalpalma) on


suratkabar.id

Loading...
Loading...