Home Politik Wali Kota Kendari Bersama Sang Ayah Ditangkap Tangan KPK, Apa Motifnya?

Wali Kota Kendari Bersama Sang Ayah Ditangkap Tangan KPK, Apa Motifnya?

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap pemimpin nomor 1 di Kendari, Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu (28/2) dini hari di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bersama Adriatma, KPK juga mengamankan mantan Wali Kota Kendari selama dua periode masa kepemimpinan, AS beserta sejumlah orang di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, seperti yang dihimpun dari laman Liputan6.com.

Terkait penangkapan Wali Kota dan mantan Wali Kota Kendari yang kemudian dibawa ke Mapolda Sultra, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto membenarkan berita tersebut usai melakukan pengecekan secara langsung di ruangan pemeriksaan di lantai dua Polda Sultra.

“Benar, ada Wali Kota Kendari dan AS serta beberapa orang lainnya, mereka sementara diperiksa,” jelas AKBP Sunarto di Kendari pada Rabu (28/2), seperti yang dikutip dari laman Liputan6.com, Rabu (28/2/2018). “Terkait motif atau alasan, silakan tanya ke KPK,” tambahnya.

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia,com, terkait penangkapannya, Adriatma diduga terlibat dalam kasus penyuapan dengan pihak swasta. Namun sayangnya belum diketahui secara mendetail aksi suap menyuap tersebut dalam proyek apa maupun seberapa besar nilai penyuapan tersebut.

Hingga berita diturunkan, orang nomor 1 di Kendari beserta sejumlah pihak yang tertangkap tangan masih menjalani proses pemeriksaan di Polda Sultra. Tim KPK terlihat masih berada di lapangan guna mencari bukti-bukti lain yang berhubungan langsung dengan kasus kali ini.

Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan mantan Wali Kota Kendari dua periode, AS, memiliki hubungan keluarga, yakni anak dan bapak. Selain mereka, KPK juga menggiring empat hingga lima orang lainnya ke Polda Sultra. Salah satu yang diamankan adalah seorang pengusaha.

Pengusaha yang belum diketahui namanya tersebut memiliki kantor di samping Hotel Athaya, Jalan Supu Yusuf, Kelurahan Mandonga, Kendari. Ia tiba di Polda Sultra pada Selasa (27/2) pukul 22.30 WITA. Sementara AS dan Adriatma baru tiba pada pukul 05.50 WITA tadi.

Untuk menjaga keamanan di lokasi, pihak kepolisian sengaja menutup sejumlah akses menuju ke ruang Ditkrimsus Polda Sultra. Tampak anggota kepolisian yang berjaga-jaga dan menghalangi pewarta menaiki lantai dua, di mana Adriatma dan AS menjalani pemeriksaan.

Adriatma yang meneruskan sang ayah sebagai Wali Kota Kendari pada periode 2007-2012 dan 2012-2017, sebelumnya merupakan anggota DPRD Sulawesi Tenggara. Sementara sang ayah, AS, saat ini berstatus sebagai calon Gubernur Sulawesi Tenggara. Loading…
suratkabar.id

Loading...
Loading...