Home Politik Ternyata Ini yang Sebabkan Paus Fransiskus Cium Kaki Presiden Sudan Selatan

Ternyata Ini yang Sebabkan Paus Fransiskus Cium Kaki Presiden Sudan Selatan

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Hal menarik berhasil diabadikan lensa kamera dalam retret perdamaian pemimpin Gereja Katolik sedunia dengan para pemimpin Sudan Selatan di Vatikan, Kamis (11/4). Bagaimana tidak, Paus Fransiskus kedapatan mencium kaku presiden Sudan Selatan Salva Kiir pada kesempatan tersebut.

Tak hanya mencium kaki Kiir, seperti yang diwartakan Tempo.co pada Jumat (12/4/2019), Kepala Negara Kota Vatikan ini juga berlutut dan juga mencium kaki mantan deputi Kiir yang berbalik dengan menjadi pemimpin pemberontak Riek Machar, serta 3 wakil presiden Sudan Selatan.

“Saya meminta Anda sebagai saudara untuk tetap dalam damai. Saya meminta dengan tulus hati, mari berjalan maju. Akan ada banyak masalah, namun masalah tidak akan mengatasi kita. Atasi masalah Anda,” ujar Paus Fransiskus dilansir dari Reuters, Kamis (11/4).

Paus yang tengah menderita sakit serius pada bagian kakinya ini tampak berupaya keras membungkuk untuk mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan pada pertemuan di akhir retret dua hari tersebut.

Tentu saja aksi Paus yang usianya sudah mencapai angka 82 tahun ini mencium kaki mereka dibantu seorang penasehatnya membuat Presiden Kiir serta para delegasi Sudan Selatan terperanjat.

Baca Juga: Kata Paus Fransiskus Soal Keberadaan Neraka, Ada atau Tak Ada?

Usai pertemuan tersebut, para pemimpin Sudan Selatan diajak untuk berjamaan melakukan doa bersama selama 24 jam di kediaman Paus. Hal ini sebagai upaya untuk memulihkan rasa sakit yang disebabkan oleh perpecahan negara tersebut menjadi Sudah Selatan dan Sudan.

Pertemuan tersebut digelar sebelum negara itu membentuk pemerintahan.

“Akan banyak pergulatan, perselisihan di antara kamu, namun tetap pertahankan itu dalam dirimu, di dalam kantor untuk berbicara. Tapi di depan orang-orang, bergandengan tangan bersatu. Jadi, sebagai warga negara, Anda akan menjadi bapak bangsa,” tutur Paus dalam bahasa Italia diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Untuk diketahui, sebelum memerdekakan diri pada 2011 dan menjadi Sudan Selatan, Sudan adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim dan mayoritas Kristen yang tinggal di bagian selatan. Selama dua tahun, Sudan Selatan dilanda perang saudara.

Tak kurang dari 400 ribu orang tewas, sementara lebih dari sepertiga dari 12 juta penduduk Sudan Selatan terpaksa mengungsi. Krisis pengungsi yang terjadi di Sudan Selatan ini menjadi catatan sejarah paling kelam sejak peristiwa genosida Rwanda pada 1994 silam.

Kedua pihak yang berselisih tersebut lalu menandatangani kesepakatan dan berbagi kekuasaan pada September 2019. Namun keduanya terlebih dahulu membentuk pasukan militer nasional sebelum pada Mei mendatang membentuk pemerintahan.

Terkait kondisi tersebut, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa rakyat Sudan Selatan telah penat dengan segala pertikaian. Oleh karena itu, ia menyebut para pemimpin memiliki kewajiban untuk membantun negara ini dengan seadil-adilnya.

Selain itu, Paus Fransiskus juga mengatakan dirinya akan mengunjungi negara itu dengan didampingi sejumlah pemimpin agama lainnya demi memperkuat perdamaian.
suratkabar.id

Loading...
Loading...