Home Politik Terkait RUU Terorisme, Pansus Sebut Tak Ada Fraksi DPR yang Menolak

Terkait RUU Terorisme, Pansus Sebut Tak Ada Fraksi DPR yang Menolak

0
SHARE

RAKYAT JAKARTAPembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme hanya menyisakan satu pembahasan, yaitu rumusan frasa definisi terorisme.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme Asul Sani menyebut definisi terorisme telah disetujui oleh semua fraksi di Pansus DPR.

Arsul mengatakan, tidak ada fraksi DPR yang menolak. Saat ini yang menjadi kendala hanya rumusan frasa dalam definisi terorisme.

“Rumusan yang diajukan pemerintah ditambah dengan frasa motif politik, motif ideologi dan atau ancaman terhadap keamanan negara. Tapi ketika bicara soal formula atau rumusan pasal, memang setiap fraksi dan instansi terkait ada aspirasi, ada juga argumen akademik,” kata Arsul, dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (15/5/2018).

Menurut Arsul, Polri keberatan definisi terorisme juga memasukkan frasa motif politik, ideologi, dan ancaman keamanan negara.

Baca juga: Terkait Perppu Terorisme, Ketua Pansus RUU: Mundur Saja deh dari Kapolri

Alasan Polri keberatan, lanjut Arsul, karena menganggap ini akan mempersulit penegakan hukum lantaran frasa akan digunakan kuasa hukum terduga teroris.

“Polri melihat itu bisa mempersulit ruang penegakan hukum karena frasa itu yang selalu akan digunakan untuk menghindari,” kata Arsul.

Berdasarkan pertemuan partai koalisi pemerintah dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, akhirnya diberikan solusi agar frasa tersebut dimasukkan ke bagian penjelasan, bukan di batang tubuh RUU Terorisme.

Jadi apabila masa reses selesai, dalam rapat pembahasan RUU tinggal memutuskan opsi mana yang akan diambil.

“Antara opsi tetap dengan elemen frase itu, atau tanpa frase itu tapi ditempatkan di penjelasan umum. Peletakan frasa di penjelasan memang tidak punya kekuatan yang kuat dibanding batang tubuh,” kata Arsul.

Arsul mengatakan, yang penting frasa dimaksud dimasukkan ke dalam RUU Terorisme agar Polisi tidak sewenang-wenang dan lebih berhati-hati dalam menindak terduga terorisme.

Arsul meyakini, pengesahan RUU Terorisme akan dilakukan pada dua kali masa sidang yang akan datang.

“Yang penting ada pesan dalam penggunaan RUU Terorisme polisi harus menemukan pada diri si pelaku ada motif ideologi kemudian ada motif jaringan. Jadi agar jangan sedikit-sedikit pakai RUU Terorisme,” kata Arsul.
suratkabar.id

Loading...
Loading...