Home Politik Terjadi Miskomunikasi, Seluruh TPS di Kecamatan Ini Belum Lakukan Pencoblosan

Terjadi Miskomunikasi, Seluruh TPS di Kecamatan Ini Belum Lakukan Pencoblosan

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Tepat di hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, rupanya masih ada wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel), yakni Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, yang belum juga menerima logistik.

Akibat keterlambatan penyaluran logistik, warga yang sejak pagi sudah mengantre akhirnya memutuskan kembali ke rumah masing-masing sembari menunggu logistik pemilu tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Insiden tersebut, seperti yang dilansir dari laman Jawapos.com, Rabu (17/4/2019), terjadi di TPS 77 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumsel. Semula warga tampak berkumpul, namun perlahan mulai sepi.

Hal serupa juga diinformasikan terjadi di PTS 54, TPS 30 dan beberapa TPS lainnya di Kecamatan Talang Kelapa.

Ketika dimintai konfirmasi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana mengakui bahwa memang ada keterlambatan dalam pengiriman logistik pemilu. Hal tersebut, diungkapkannya, terjadi hampir di seluruh TPS di Kecamatan Talang Kelapa.

Baca Juga: 682 Kotak Suara Terendam Banjir di Bogor, Begini Respon KPU

Penyebabnya, ia ungkapkan, karena logistik pemilu yang diterima oleh KPU Banyuasin tak sesuai dengan yang seharusnya. Belum lagi surat suara yang datang masih harus disortir dan dilipat terlebih dahulu.

“Ini perlu waktu dan alhamdulillah selesai dini hari,” ujar Kelly yang ditemui di TPS 058 Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang pada Rabu (17/4).

Terjadi Miskomunikasi

Usut punya usut, ternyata terjadi miskomunikasi ketika logistik pemilu akan dikirimkan. Atasan menurunkan perintah bahwa satu truk yang sudah terisi untuk segera diberangkatkan. Namun petugas bawah rupanya mendengar bahwa jika semua truk sudah terisi penuh logistik baru diberangkatkan.

Akibatnya, terjadilah keterlambatan dalam pendistribusian ke TPS. Namun disebutkan bahwa truk berisi logistik telah diberangkatkan sejak pagi, pukul 05.00 WIB. Dan menurut prediksi, truk-truk tersebut akan tiba di TPS secara bertahap.

“Jadi bawahannya ada yang mendengar mobil baru bisa berangkat jika semuanya sudah terisi penuh. Padahal instruksi dari atasan sebaliknya, setelah satu mobil penuh baru berangkat, tidak menunggu semuanya penuh. Karena hal itu terjadi keterlambatan pengiriman logistik,” jelasnya.

PKPU menjamin bahwa sebelum pukul 13.00 WIB seluruh warga dapat terakomodir. Hal ini berarti, setiap warga tetap dapat menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

Namun apabila sampai melewati batas waktu, maka pencoblosan tetap harus dihentikan. “Kami harap masyarakat mengerti. Karena kami tentunya tidak ingin seperti ini. Untuk itu, saya mohon untuk bersabar,” ujar Kelly kemudian.

 
suratkabar.id

Loading...
Loading...