Home Politik Terekam CCTV Rusak Barang Bukti, Penyidik KPK Dikembalikan ke Intitusi Asal

Terekam CCTV Rusak Barang Bukti, Penyidik KPK Dikembalikan ke Intitusi Asal

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap dua eks penyidiknya yang diduga merusak barang bukti kasus korupsi Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Namun menurut KPK, kedua penyidik itu ditarik ke Mabes Polri ketika pemeriksaan masih berjalan.

Dilansir dari tempo.co, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan di tengah proses pemeriksaan oleh Direktorat Pengawasan Internal, KPK menerima permintaan pengembalian pegawai dari Mabes Polri dengan alasan ada kebutuhan dan penugasan lebih lanjut di kepolisian.

“Dalam proses pemeriksaan, KPK menerima permintaan pengembalian pegawai dari Mabes Polri,” kata Febri di kantornya, Jakarta, Senin, (8/10/18). “Sehingga saat itu kedua pegawai KPK tersebut dikembalikan ke instansi awal.”

Ketika kedua penyidik telah ditarik ke institusi asal, kata Febri, berarti mereka berdua bukan lagi pegawai KPK. Dengan begitu, Direktorat Pengawasan Internal tidak berwenang lagi untuk memeriksa mereka. “Proses pemeriksaan tidak bisa lagi dilakukan sepenuhnya kalau statusnya bukan lagi pegawai KPK,” kata dia.

Baca Juga: Amien Rais Singgung Kasus di KPK, Febri Diansyah: Fokus Saja Pada Kasus Ratna Sarumpaet

Dua eks penyidik KPK Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisarisaris Harun sebelumnya dipulangkan ke Polri karena diduga melakukan perusakan terhadap barang bukti berupa buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR. Barang bukti tersebut merekam catatan aliran dana dari perusahaan Basuki kepada sejumlah petinggi Polri.

Roland dan Harun diduga telah merobek 15 lembar catatan transaksi dalam buku bank tersebut dan membubuhkan tip ex untuk menghapus sejumlah nama penerima uang dari Basuki. Peristiwa tersebut terekam dalam CCTV di ruang kolaborasi lantai 9 Gedung KPK pada 7 April 2017.

Ketua KPK Agus Raharjo menyatakan pemulangan itu merupakan bentuk sanksi berat. Ia enggan menanggapi saat ditanya mengapa KPK tak menjerat keduanya dengan pasal pidana perintangan proses hukum. “Itu sanksi berat yang bisa diberikan terhadap pegawai dari Kepolisian, Kejaksaan, dan lembaga lain,” kata dia. Hasil pemeriksaan internal KPK menemukan ada pelanggaran berat oleh keduanya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membantah pihaknya mengajukan penarikan dua eks penyidik Polri dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang saat itu sedang diproses oleh pengawas internal KPK terkait dugaan perusakan barang bukti.

“Enggaklah, kan sudah ada aturannya,” kata Setyo saat ditemui di Markas Besar Polri di Jakarta Selatan pada Selasa, (9/10/18).

Dua anggota Polri yang dimaksud adalah Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun. Dalam investigasi Indonesialeaks, keduanya diduga merusak barang bukti berupa buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR yang berisikan transaksi keuangan kesejumlah petinggi Polri, termasuk Kapolri, Jendral Tito Karnavian dari uang pengusaha Basuki Hariman.

Menurut Setyo, Polri tidak mungkin melakukan penarikan jika kedua anggota Polri tersebut masih dalam pemeriksaan. Termasuk, kata Setyo, jika KPK mempertahankan Roland dan Harun, “Maka Polri tidak akan bisa menarik dari ditugaskan di KPK,” ujarnya.

Selain itu, Setyo melanjutkan saat pengembalian KPK melampirkan surat pengembalian. “Artinya memang dikembalikan oleh KPK,” ujarnya.
suratkabar.id

Loading...
Loading...