Home Politik Tegaskan Dirinya Tak Netral Soal Politik, Aa Gym Dukung Capres-Cawapres Ini?

Tegaskan Dirinya Tak Netral Soal Politik, Aa Gym Dukung Capres-Cawapres Ini?

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Menyoal pilihannya jelang Pilpres 2019, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan. Aa Gym menegaskan dirinya tidak netral soal pilihan politiknya. Aa Gym juga membantah mengenai kabar bahwa dirinya mau tunduk dan mengikuti kemauan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Romahurmuziy (Romy). Pasalnya, seperti diketahui saat ini ada juga PPP hasil Muktamar DKI Jakarta yang diketuai oleh Humprey Djemat.

Melansir laporan Medan.TribunNews.com, Senin (11/03/2019), bantahan serupa dan tegas juga sudah disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad. Sehingga anggapan bahwa Aa Gym dan UAS yang sudah netral mengikuti kemauan Romy itu tidak benar.

“Saya punya pilihan, saya tidak netral, ini datang dari hati nurani karena sedih melihat umat bertengkar,” demikian ucap Aa Gym dalam keterangan resmi yang diunggah di YouTube, dikutip dari Warta Kota, Minggu (10/03/2019) kemarin.

“Saya tidak netral sebagai mubaligh, saya punya pilihan. Saya mendapatkan broadcast dan mendapatkan videonya bahwa Pak Romy mendekati UAS dan sudah pernah mendekati Aa Gym supaya bisa netral,” imbuhnya.

Romy ternyata telah berbohong dan menyebarkan kabar yang tidak benar, sehingga Aa Gym merasa tak bisa tinggal diam.

Baca juga: Dituding Dapat Dukungan dari Ulama HTI, Sandiaga Tanggapi Pedas

Sekarang, kata Romy dalam keterangannya di berbagai media, Aa Gym sudah berubah postingannya.

“Semoga, dia tidak berkata begitu karena kalau dia berkata begitu, dia bohong. Saya tidak pernah berkomunikasi, tidak pernah menyatakan pernyataan seperti itu. Saya tidak netral, saya punya pilihan, sebagai mubaligh melihat pilpres seperti ini, mengajak agar bisa menjalankan pilpres lebih damai, lebih sejuk, bersih, serta adil,” beber Aa Gym.

Selain itu, Aa Gym juga merasa bersedih melihat perbedaan pendapat di antara para ulama.

“Jadi, ini datang dari hati nurani karena sedih apalagi lihat ulama beda pendapat dengan tajam lebih menyedihkan lagi. Semoga, pernyataan ini menjadi klarifikasi tidak pernah menyampaikan hal-hal seperti yang disampaikan beliau. Sebagai mubaligh, saya mengajak masyarakat untuk tetap akur menjaga ukhuwah. Saya belum bertabayun kalau berkata begitu berarti dia bohong, saya tidak pernah berkomunikasi. Saya sebagai WNI tidak netral, saya punya pilihan,” tandas Aa Gym kemudian.

Aa Gym menambahkan, dia menjadi sedih kalau umat bertengkar dan makin sedih kalau ulama beda pendapat.

“Kalau Pak Romy, dalam broadcast yang saya terima, Ketua Umum PPP berkata bahwa dia telah menemui Aa Gym, sehingga Aa Gym jadi netral sebagai hasil lobinya, jelas itu pernyataan bohong,” tandasnya mengimbuhkan.

Dukung 02?

Dalam kesempatan berbeda, Aa Gym juga menyatakan dirinya senang bahwa ada santri Darut Tauhid yang kini menjadi cawapres.

“Dia menyatakan, tenang, yang menentukan Allah SWT, tenang, kampanye tidak mengajak orang memilih dirinya. Saya senang ada kampanye seperti ini, tidak memaksa orang memilih dirinya. Saya suka sekali kampanye seperti ini, tidak agresif menyerang. Tidak menyuruh orang memilih dirinya. Baru ini, kampanye berkualitas, memang sanggup mengurus negeri sebesar ini? Kalau tidak ditolong oleh Allah SWT, mana sanggup?” lanjut Aa Gym kemudian.

Aa Gym sendiri tidak menyebutkan nama cawapres yang dulu menjadi santri di Darut Tauhid, namun diketahui bahwa sosok yang dimaksudkan adalah Sandiaga Salahuddin Uno, calon wakil presiden nomor urut 02.

Dalam kesempatan lainnya, Aa Gym dengan tegas menunjuk seorang kepala daerah di Jawa Barat, yang bukan bekerja melainkan malah kampanye terus. Kata Aa Gym, kalau jadi kepala daerah berkhidmad untuk semua masyarakat bukan untuk pilihannya.

“Sudah jadi kepala daerah, gembar-gembor pilihan pribadinya, sekarang, dia itu kan milik masyarakat suatu daerah. Saya kurang simpati harusnya berkhidmad kepada masyarakat, bukan kepada pemilihnya, sudah ah jangan omong itu. Sudah tidak usah omong polutak politik,” ujar Aa Gym kemudian.

Diketahui sebelumnya, persoalan ini mengemuka usai Aa Gym, Ustadz Abdul Somad, dan Ustadz Arifin Ilham dinyatakan sebagai ulama yang paling diikuti. Selain itu, para tokoh agama yang juga diikuti pilihannya berdasarkan hasil survei LSI Denny JA adalah Ustadz Yusuf Mansur dan Habib Rizieq Shihab.

Dikabarkan sebelumnya, pengaruh survei di antaranya LSI Denny JA, yang dikutip Warta Kota, terdapat upaya Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romy) untuk mendekati Ustadz Abdul Somad(UAS). Namun upaya itu belum menunjukkan bisa mengubah pilihan politik UAS. Sebagaimana diungkap oleh riset yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

UAS dan Aa Gym Paling Didengar

Mereka menyebutkan, UAS dan Aa Gym merupakan dua orang tokoh yang masuk dalam daftar tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih. Menurut survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, UAS menempati peringkat teratas dengan tingkat elektoral 30,2 persen.

“Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran Ustadz Abdul Somad mencapai 30,2 persen,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers pada 14 Oktober 2018 lalu.

UAS dan Aa Gym masuk dalam daftar tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih menurut survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

UAS menempati peringkat teratas dengan tingkat elektoral 30,2 persen.

“Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran-ujaran Abdul Somad mencapai 30,2 persen,” sebut peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers pada 14 Oktober 2018 lalu.

Ulama-ulama Paling Berpengaruh

Kelima ulama yang dianggap masyarakat paling berpengaruh berdasarkan survei LSI Denny JA adalah Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Abdullah Gymnastiar, dan Habib Rizieq Shihab.

Adapun tiga syarat utama kriteria ulama berpengaruh versi LSI Denny JA berdasarkan keterangan pers yang dilansir Warta Kota yaitu tingkat pengenalan di atas 40 persen, tingkat kesukaan di atas 50 persen, dan kemampuan mempengaruhi di atas 15 persen.

Penjelasan Ikrama, ulama yang pendapatnya paling banyak diikuti masyarakat setelah UAS adalah Ustadz Arifin Ilham (25,9 persen), Ustadz Yusuf Mansur (24,9 persen), Aa Gym (23,5 persen), dan Habib Rizieq Shihab (17 persen).

Pilihan Ustadz Arifin Ilham juga sama seperti Ustadz Abdul Somad dan Aa Gym dalam kancah Pilpres 2019.

Kata Ikrama, dari kelima ulama tersebut, Aa Gym merupakan ulama yang paling dikenal masyarakat dengan persentase 69,3 persen, UAS (59,3 persen), Ustadz Yusuf Mansur (57,2 persen), Habib Rizieq Shihab (53,4 persen), dan Ustadz Arifin Ilham (41,2 persen).

Sementara itu, Ustadz Arifin Ilham juga memberikan sikap yang sama dengan Ustadz Abdul Somad seperti bisa disimak dalam sejumlah video yang disebarkan.

Akibatnya, sebagaimana dipantau awak pers, tagar #RomiMengintimidasiUAS  di media sosial pun menjadi trending topic karena sejumlah upaya yang dilakukan untuk menjinakkan Ustadz Abdul Somad. Fenomena itu tampak pada media sosial Twitter.

“Umat Sudah Cerdas”

Dalam sejumlah ceramahnya, Ustadz Abdul Somad dengan tegas menjelaskan bahwa dirinya tak pernah sebut nomor, tak pernah sebut nama, tak pernah sebut orang, tapi umat Islam sudah cerdas.

“Hindari money politics karena meski itu dilakukan, tidak akan efektif, umat sudah cerdas, jangan coblos orangnya,” ucapnya, dilansir dari ceramahnya di YouTube.

Sementara itu, soal pilihan umat Islam di tahun 2019, Ustadz Abdul Somad menjelaskan agar umat Islam jangan sampai golput dan tidak menggunakan hak pilihnya.

“Gunakan hak pilih untuk menolong orang baik, jangan sampai yang jadi nanti adalah yang sebaliknya, maka gunakan hak pilih Anda,” tukasnya.

Ustadz Abdul Somad (UAS) secara khusus memberikan catatan pada kalangan ulama yang menjual agama untuk kehidupan dunia yang sesaat.

“Mereka yang menjual agama dalam perniagaan kepada pemimpin-pemimpin karena mereka adalah orang yang berilmu,” imbuhnya.

Secara khusus, UAS memberikan pandangannya pada tokoh yang harus diikuti umat Islam.

“Ikutilah ulama yang paling dibenci orang kafir dan munafik, hari ini, yang dibenci orang kafir dan munafik adalah cucu Rasulullah SAW, Habib Rizieq Shihab,” sebutnya.

Dalam ceramahnya itu, UAS dengan ilmunya lantas mengutip keterangan Ali Bin Abi Thalib yang termasyhur.

“Sayidina Ali Bin Abi Thalib menyatakan, yang aku khawatirkan dari umat bukan haq dan batil karena dari dulu, yang haq dan batil, selalu ada,” imbuhnya, demikian mengutip ceramah UAS di YouTube.

“Ada Habil, ada Kabil. Ada Ibrahim, ada Namruz. Ada Musa, ada Firaun. Ada Muhammad SAW, ada Abu Lahab, yang aku khawatirkan bukan itu, kata Sayidina Ali.”

Habil dan Kabil adalah anak Nabi Adam Alaihi Salam (AS), yang menjadi simbol kebaikan (Habil) dan kejahatan (Kabil). Kabil membunuh Habil dengan cara yang keji dan kisahnya itu sangat dikenal oleh orang banyak. Demikian juga kisah-kisah tentang haq (kebaikan) dan batil (kejahatan) yang lainnya.

“Jadi, kata Sayidina Ali, yang aku khawatirkan bukan haq dan batil, tapi orang yang baik diam, sehingga yang salah merasa benar. Karena itu, kalau kalian punya senjata, senjata kalian bukan tombak, bukan senapan, tapi cyber army, yang pandai buat meme, yang pandai buat video pendek, gunakan keahlian kalian, serang untuk menyelamatkan orang banyak,” sebut UAS, dilansir dari ceramahnya di YouTube.

UAS dinilai punya pengaruh besar pada loyalitas suara umat Islam untuk mengikuti pilihan politiknya. Pilihan politik Ustadz Abdul Somad itu tampaknya memang tak bisa diubah, sehingga terdapat upaya untuk membuatnya netral.

Kendati begitu, UAS masih tak terpengaruh apalagi ditakut-takuti oleh Denny JA, dalam keterangan persnya yang menyatakan, UAS akan ditinggalkan umat kalau kampanye lawan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau kampanye untuk Prabowo Subianto.

UAS sendiri menjadi korban tatkala ceramahnya di sejumlah lokasi dihadang, tapi UAS sebagaimana diungkap dari sejumlah media sosial, tetap melaksanakan ceramah di sejumlah lokasi lainnya.

“Tidak apa-apa diusir-usir, tapi video share dan like,” tukasnya.

Ceramah yang dilakukan UAS memang selalu dipadati masyarakat dari berbagai penjuru, sebagaimana dikutip dari YouTube.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...