Home Politik Tanggapi Poyuono yang Ngaku Batalkan AHY Jadi Cawapres, PD: Berarti Prabowo Bisa...

Tanggapi Poyuono yang Ngaku Batalkan AHY Jadi Cawapres, PD: Berarti Prabowo Bisa Disetir

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon angkat bicara menanggapi pengakuan Atief Poyuono yang mengaku membatalkan pemilihan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo Subianto.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

Jansen, seperti yang ditukil dari laman Detik.com pada Senin (13/5/2019), mengaku terkejut mendengar pernyataan Wakil Ketua umum Partai Gerindra tersebut. Ia pun melontarkan tanggapan bernada satir atas pengakuan Poyuono.

“Wow, jujur saya surprise juga mendengar ucapan Poyuwono ini. Berarti Poyu bisa nyetir Prabowo. Dan Prabowo bisa disetir oleh orang seperti Poyuono untuk urusan memilih cawapres,” tukas Jansen di hadapan para awak media pada Senin (13/5).

“Sekaligus mengkonfirmasi ternyata di Gerindra posisi waketum lebih tinggi dari ketua umum,” imbuh politisi partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga: Menyoal Ancaman Penggal Jokowi, Umbas: Pak Prabowo Jangan Diam dan Bersembunyi

Selain itu ia juga menyarankan agar Poyuono lebih berhati-hati. Jansen lantas menyinggung insiden di mana mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto melempar ponsel. “Saran saya baiknya habis ini segera Poyuono pakai pelingung kepala, karena hati-hati aja habis ini dilempar HP,” celetuk Jansen.

Namun demikian, Jansen mengaku ogah memberikan komentar lebih banyak mengenai pernyataan Poyuono. Ia menilai, Poyuono telah merusak hubungan. Ia kemudian menyebut Poyuono sebagai politikus ‘ulat bulu’.

“Setiap dia ngomong gatal semua. Hubungan baik malah jadi rusak,” ujarnya.

Menurut perkiraannya, justru Poyuono-lah yang akan ‘diusir’ dari Partai Geridra. Sementara itu, ia menekankan bahwa PD tetap setia untuk koalisi Adil Makmur Prabowo Subainto-Sandiaga Uno.

“Jangan-jangan malah Poyu ini yang akan diusir dari Gerindra. Kami Demokrat akan tetap di koalisi 02 sampai selesainya seluruh tahapan pemilu,” jelas Jansen dengan tegas.
(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang membatalkan dipilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Hal tersebut diungkapkan Poyuono  sebagai jawaban atas pernyataan Ferdinand Hutahaean yang menyebut dirinya bukan sosok penting di Gerindra dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

“Tahu apa kader Demokrat tentang saya di Gerindra. Wong AHY saja bisa saya check out dari cawapresnya Prabowo, kok,” ujar Poyuono pada Senin (13/5).

Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memang sebelumnya sempat masuk bursa cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto, meski Sandiaga Salahuddin Uno yang pada akhirnya terpilih sebagai pasangan Ketua Umum Gerindra untuk maju di Pilpres 2019.
suratkabar.id

Loading...
Loading...