Home Politik Soal Ucapan ‘Asu’ Bupati Boyolali, Politisi PDIP Buka Suara Beri Pembelaan

Soal Ucapan ‘Asu’ Bupati Boyolali, Politisi PDIP Buka Suara Beri Pembelaan

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Menanggapi ucapan ‘asu’ yang dilontarkan Bupati Boyolali Seno Samudro terkait pidato ‘tampang Boyolali’ calon presiden Prabowo Subianto, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Sundari buka suara.

Eva, seperti yang dilansir dari laman Viva.co.id pada Selasa (6/11/2018), menjelaskan bahwa ucapan tersebut hanya merupakan bentuk ekspresi perasaan dari seluruh wakyat Boyolali. Selain itu juga merupakan gambaran kemarahan yang tak lagi bisa dibendung.

“Menurut saya, beliau hanya mengekspresikan perasaan dari rakyatnya,” ujar Eva ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Selasa (6/11) kemarin.

Ia lalu menambahkan bahwa ucapan tak pantas tersebut terlontar karena Bupati Boyolali yang terbakar emosi. Seno Samudro sebagai pemimpin Kabupaten Boyolali tidak terima rakyatnya dihina dan dicap seolah-olah tak pantas masuk ke Istana karena terlalu miskin.

“Seperti ada wilayah miskin, ini kaya. Kami miskin, enggak boleh masuk ke Ritz Carlton. Tapi ini sebetulnya yang beruntung Ritz Carlton. Jadi mesti bijaksana,” imbuh Eva kemudian.

Baca Juga: Boyolali Dicela Prabowo, Siapa Sangka Kondisi Ekonominya Bikin Melongo

Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga Boyolali yang diketahui bernama Dakun (47) melaporkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya, Jumat (2/11) terkait ucapan ‘tampang Boyolali’ dalam pidatonya.

Pria tersebut mengaku terhinakan karena pidato Prabowo saat mengunjungi Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10) lalu. Sementara Bupati Boyolali Seno Samodro mengikuti aksi ‘save tampang Boyolali’ dan mengimbau warganya untuk tak memilih Prabowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menanggapi polemik pidato ‘tampang Boyolali’ Prabowo Subianto, pakar komunikasi politik Effendi Gazali buka suara. Menurutnya persoalan tersebut harus dilihat sesuai dengan konteksnya. Ia menyayangkan perihal ‘tampang Boyolali’ sampai harus berlanjut ke kepolisian.

“Setiap ujaran dalam lantunan komunikasi itu tidak bisa dipisahkan dengan konteks. Ini kan konteksnya bercanda,” ujar Effendi dalam acara Indonesia Lawyers Club bertajuk ‘Tahun Politik Makin Panas: Tampang Boyolali vs Sontoloyo’ yang ditayangkan di TVOne pada Selasa (6/11) malam.

Effendi mengungkapkan, seharusnya pihak yang melaporkan juga bisa memberikan penjelasan standar mengenai tampang Boyolali itu. Menurutnya, ucapan Prabowo memang bisa membawa hasil yang berbeda apabila dibawa-bawa ke dalam konteks yang lain.

“Yang melapor harus menyampaikan standar tampang Boyolali itu seperti apa. Tiba-tiba dibawa alri ke luar konteks itu akan lain ceritanya,” tandas Effendi tegas.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...