Home Politik Soal Jatah Menteri Muda, Inas: Hanura Tidak Genit Bermanuver

Soal Jatah Menteri Muda, Inas: Hanura Tidak Genit Bermanuver

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Beberapa waktu terakhir muncul kabar bahwa kabinet Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024 akan diisi oleh menteri yang datang dari generasi milenial. Salah satu partai pengusung Jokowi dalam Pilpres 2019, Hanura, mengaku tidak akan ganjen dan menawar-nawarkan kadernya.

“Hanura tidak genit untuk bermanuver. Kita serahkan kepada Presiden untuk menentukan pilihannya,” ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada awak media pada Rabu (15/5), seperti yang dikutip dari laman Detik.com.

Seperti yang diketahui, belakangan ini tersiar wacana, di mana disebutkan bahwa kabinet Jokowi kedua bakalan ramai diisi oleh kalangan muda. Menurut prediksi Inas, anak muda yang dipilih oleh Jokowi bisa datang dari kalangan profesional.

“Sudah beberapa kali Jokowi mengungkapkan keinginannya untuk emnempatkan kalangan milenial duduk dalam kabinet kerjanya dan bisa saja dipilih dari kader partai pengusung dan pendukungnya atau dari profesional,” tutur Inas lebih lanjut.

Inas lantas menjelaskan soal teori mengenai milenial. Ia menyebutkan bahwa kalangan milenial yang mumpuni untuk menduduki kursi jabatan sebagai menteri di kabinet Jokowi periode kedua adalah mereka yang berusia antara 26 hingga 39 tahun.

Baca Juga: Disebut-Sebut Punya Kapasitas Jadi Menteri Muda, Tsamara: Kami Tahu Diri

“Para pakar menggolongkan generasi milenial atau generasi Y ini berdasarkan tahun awal, yakni 1980 dan tahun akhir 2000 dan sebagian generasi Z, yakni yang lahir di atas tahun 2000. Kalau dari kalangan generasi Z kayaknya nggak mungkin, karena usia paling tinggi dari generasi ini adalah 18 tahun,” paparnya.

“Sedangkan dari generasi Y yang berusia 20 – 25 tahun, kayaknya juga belum cukup dewasa untuk memimpin kementerian. Jadi yang pas adalah kalangan milenial yang berusia 26 – 39 tahun yang memiliki kemampuan leadership yang mumpuni,” tambah Inas kemudian.

Diberitakan sebelumnya, wacara mengenai kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan diisi oleh generasi muda atau dari kalangan milenial mencual usai pertemuannya dengan Tim Kampanye Nasional (TKN).

Pihak Istana mengungkapkan wacana tersebut adalah merupakan upaya Jokowi untuk melakukan regenerasi dalam mempersiapkan orang-orang muda.

“Kita berharap juga legacy itu menjadi penting. Itu bisa menjadi bagian daripada langkah-langkah beliau untuk mempersiapkan generasi muda,” ujar Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin ketika dihubungi pada Senin (13/5) lalu.

Menyusul wacana tersebut, sejumlah partai pengusung Jokowi di pilpres pun bergegas mengajukan nama-nama kader mereka yang dianggap memiliki kemampuan mumpuni untuk menjabat sebagai menteri. Mulai dari PSI, Perindo, dan PKPI.

PSI sendiri mencalonkan ketua umumnya Grace Natalie dan Ketua DPP Tsamara Amany. Perindo menyodorkan putri Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (HT), Angela Herliani Tanoesoedibjo. Sedangkan PKPI menyerahkan nama ketua umum Diaz Hendropriyono.
suratkabar.id

Loading...
Loading...