Home Politik Soal Bupati Boyolali Maki Prabowo, Tjahjo Kumolo Sebut Itu Tak Bisa Disalahkan

Soal Bupati Boyolali Maki Prabowo, Tjahjo Kumolo Sebut Itu Tak Bisa Disalahkan

0
SHARE

RAKYAT JAKARTABupati Boyolali Seno Samodro yang dilaporkan ke kepolisian dan Bawaslu karena diduga memaki calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebutan binatang mendapat pembelaan dari Tjahjo Kumolo. Selaku Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo melihat dari kedua belah sisi, bahwa tindakan Bupati Boyolali merupakan bentuk dari menjaga kehormatan dan harga diri warga dan daerahnya.

“Saya kira kalau mau melaporkan silakan, tapi bupati kan punya hak menjaga kehormatan dan harga diri daerah dan masyarakat. Siapapun ya, saya kira enggak bisa disalahkan dia,” ungkap Tjahjo di gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (07/11/2018). Demikian dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (08/11/2018).

Sebelumnya, Seno dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana terhadap ketertiban umum pada 6 November lalu. Bupati Boyolali tersebut telah mengucapkan kalimat makian tidak pantas kepada Prabowo saat berorasi dalam aksi ‘Save Tampang Boyolali’ yang dilaksanakan di kota penghasil susu tersebut, pada Minggu (04/11/2018).

Meski begitu, Tjahjo berpendapat bahwa makian yang dilontarkan Seno ialah bentuk membela harga diri dan kehormatan masyarakat Boyolali sebagai daerah yang dipimpin.

“Soal protes ya silakan memprotes. Tapi dia bela harga diri. Itu saja intinya,” tukasnya.

Baca juga: ‘Tampang Boyolali’ Bangkitkan Amarah, Prabowo: Saya Bercanda Dipersoalkan

Secara netral, Tjahjo yang merupakan politikus PDIP itu menilai, laporan ke polisi maupun Bawaslu merupakan hak masing-masing orang. Ia pun mempersilakan bagi siapapun pihak yang tak setuju dapat melaporkan ke Bawaslu selama masa jelang pemilu.

“Ya kalau melaporkan itu hak, silakan saja,” kata Tjahjo.

Selain ke Bareskrim, Seno juga dilaporkan ke Bawaslu oleh advokat pendukung Prabowo atas tindakannya mengajak dan menyerukan kepada warganya agar tak memilih calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Kata Bawaslu, pihaknya menyatakan masih mengkaji laporan itu.

Sebelumnya, Prabowo melontarkan pernyataan yang menghubungkan korelasi kesejahteraan warga dan tarif hotel berbintang di Jakarta dengan tampang Boyolali.

“Kalian kalau masuk [hotel] mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali,” sebut Prabowo, Selasa (30/10/2018).

Usai pernyataan ‘tampang Boyolali’ ini jadi viral, Prabowo mengaku bingung. Padahal, ia mengklaim pernyataan tersebut cuma gurauan. Prabowo juga sudah meminta maaf terhadap pihak-pihak yang tersinggung atas candaan yang membawa-bawa tampang Boyolali itu.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...