Home Politik Sikap Tegas PSI Terkait Syarat Bisa Baca Alquran Bagi Napi yang Akan...

Sikap Tegas PSI Terkait Syarat Bisa Baca Alquran Bagi Napi yang Akan Bebas

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tegas menyuarakan penolakan terhadap kebijakan yang mewajibkan setiap narapidana (napi) beragama Islam harus bisa membaca Alquran sebelum dibebaskan.

Juru Bicara PSI, M Guntur Romli menyebutkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi mencabut hak napi yang semestinya sudah bebas.

“Kewajiban itu bisa bertentangan dengan undang-undang. Syarat itu sangat potensial mencabut hak napi yang seharusnya bebas,” ujar Guntur Romli di Jakarta, Senin (8/7/2019), dikutip dari beritasatu.com.

Guntur Romli mengatakan bahwa mempelajari kitab suci agama yang dipeluk seseorang adalah sesuatu yang penting, namun tidak boleh dipaksakan untuk menjadi syarat kebebasan narapiada. “Penting memang mempelajari kitab suci. Tapi jangan menjadi syarat untuk bebas bagi seorang napi. Jika yang bersangkutan tidak kunjung bisa, hilang hak dia untuk bebas.” Katanya.

Baca Juga: Kubu Prabowo Dianggap Tersandera Kepentingan Habib Rizieq

Ia mengingatkan para politisi untuk tidak melakukan politisasi terhadap isu-isu yang sudah jelas aturannya. Menurut dia, politisasi tersebut bisa saja berdampak pada diskriminasi dan ketidakpastian hukum. “Jadi, para politisi tidak perlu mempolitisasi isu yang sudah jelas aturan mainnya. Juga jangan memberi peluang untuk diskriminasi,” pungkas Guntur.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly telah menonaktifkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Polewali Mandar (Polman) Haryoto yang menerapkan aturan wajib membaca Al-quran bagi narapidana Islam yang menjalani pembebasan bersyarat.

Yasonna menilai tujuan Kalapas Polewali Mandar mensyaratkan baca Al Quran sebenarnya baik. Namun, syarat wajib membaca Alquran bagi narapidana beragama Islam yang menjalani pembebasan bersyarat telah melampaui undang-undang yang berlaku.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf menilai jika kebijakan tersebut bisa punya efek yang bagus bagi narapidana. “Saya kira syarat itu lebih sebagai stimulus agar mereka mau belajar, ketimbang sebagai syarat mutlak,” ujar Almuzzammil, Selasa (25/6/2017), dikutip dari pojoksatu.id.
suratkabar.id

Loading...
Loading...