Home Berita Pria Muslim Dihina SARA Oleh Tunawisma Inggris, Namun Balasannya tak Terduga.. Jadi...

Pria Muslim Dihina SARA Oleh Tunawisma Inggris, Namun Balasannya tak Terduga.. Jadi Bersaudara

0
SHARE
This is a story about a homeless man called Ben Gallon left who subjected Aminur Chowdhury on the right to racial abuse, Aminur reacted by finding Ben a job and accomodation. Mark Stanford words.

Rakyat Jakarta – Akhlak mulia pria muslim ini telah membuat takjub publik di Inggris. Berbagai media memviralkan kisah keteladanannya.

Namanya Aminur Chowdhury (30). Lelaki muslim asal Asia yang tinggal di Bradford dan menjadi WN Inggris ini suatu ketika dilecehkan secara rasis oleh Ben Gallon (27), seorang tunawisma di luar pub Delius di Claremont, Bradford.

Aminur bukannya balik melecehkan atau menghina, ia justru memutuskan untuk bercakap-cakap dengan Ben dan mengajaknya minum.

“Saya berhenti dan mengajaknya berbicara dari hati ke hati selama 15 menit,” kata Aminur.

Setelah berbicara dengan Ben, Aminur menyampaikan dapat membantunya untuk memperoleh pekerjaan. Ia pun bertukar nomor telepon dengan Ben. Awalnya Ben menganggap ini hanya basa-basi sebagai bentuk kesopanan, tetapi ternyata esok harinya Ben benar-benar mendapatkan telepon dari Aminur untuk menjalani wawancara kerja.

“Keesokan harinya dia (Aminur) menelpon saya, dan berkata ‘bolehkah saya datang menjemputmu Ben, saya sudah dapat wawancara kerja untuk Anda’. Pada hari yang sama, dia datang untuk menjemputku, mengantarku ke tempat di Canal Road dan dalam sepuluh menit kemudian saya mendapat pekerjaan itu,” kata Ben.

Tak berhenti sampai di situ. Aminur pun membantu Ben mencari apartemen untuk disewa agar tidak lagi menjadi tunawisma.

Sebuah balasan yang sempurna untuk pelecehan yang dilakukan oleh Ben Gallon; balasan yang membuat Ben berubah 180 derajat.

“Tidak ada pembenaran untuk perbuatan (rasis) saya. Salut kepadanya karena memaafkan saya. Saya sangat menyesal. Hal positif telah mengatasi situasi ini.”

“Saya sudah kapok. Apa yang saya katakan sebenarnya tidak menggambarkan karakter saya, saya bukan rasis,” kata Ben dengan penuh sesal.

“Sekarang kondisiku sudah jauh menjadi baik. Saya sudah bekerja, dan ini sungguh sangat fantastik,” ujar Ben.

Lalu mengapa Aminur melakukan itu? Ada alasan tersendiri. Aminur sudah lama menjadi target pelecehan rasialis dan menurut Aminur, cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan menunjukkan toleransi dan cinta.

“Saya menyadari bahwa saya tidak bisa menjadikan dunia ini lebih baik, tapi saya mencoba untuk mendidik masyarakat,” kata Aminur.

Bagi Aminur, apa yang dia lakukan adalah cara yang bagus bagi orang-orang Asia untuk menghadapi rasisme di Inggris.

“Semakin Anda menunjukkan cinta, semakin senang mereka dengan Anda,” katanya.

Ini merupakan sikap yang menakjubkan mengingatkan Bradford pernah mengalami kerusuhan rasialis yang sangat parah. Paling serius terjadi pada tahun 2001. Ketika itu ada 300 polisi terluka dan 297 orang ditangkap.

Ada pelajaran dari Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bagi kita semua dan apa yang dilakukan oleh Aminur menegaskan hal tersebut. Apa itu? Cara terbaik untuk memenangkan hati adalah dengan akhlak yang baik.

Kisah keteladanan Aminur ini telah banyak diberitakan media-media di Inggris.

Bradford man helps homeless man who racially abused him find a home and job
http://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/bradford-man-helps-homeless-man-who-racially-abused-him-find-a-home-and-job-9453200.html

Man turned the other cheek to racist outburst to help find a home and a job for his homeless abuser
http://www.thetelegraphandargus.co.uk/news/11234068.Racist_outburst_led_to_man_transforming_the_life_of_his_homeless_abuser/

Bradford man helps homeless man who racially abused him find a home and job
http://www.tmg-uk.org/bradford-man-helps-homeless-man-who-racially-abused-him-find-a-home-and-job/

Homeless Man Racially Abuses a Muslim Man, He Responds by Finding Him a Job and a Home
http://ilmfeed.com/homeless-man-racially-abuses-a-muslim-man-he-responds-by-finding-him-a-job-and-a-home/ [pi]

Loading...