Home Politik Prabowo Larang Impor Apapun, Tim Jokowi-Ma’ruf: Itu Cerminan Orang yang…

Prabowo Larang Impor Apapun, Tim Jokowi-Ma’ruf: Itu Cerminan Orang yang…

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Setelah pernyataan kontroversial tentang ‘tampang Boyolali’, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto lagi-lagi melontarkan janji yang tak kalah menghebohkan. Prabowo berjanji jika dirinya terpilih menjadi presiden pada 2019, dirinya akan menghentikan impor apapun.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Bahlil Lahadalia buka suara. Menurutnya, janji capres nomor urut 02 tersebut akan sulit diwujudkan. Pasalnya impor pasti doberlakukan oleh semua negara di dunia tanpa terkecuali.

Bahlil, sperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com pada Rabu (7/11/2018), mengungkapkan bahwa janji untuk menghentikan impor yang dilontarkan Prabowo, membuktikan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tak menguasai permasalahan Indonesia.

“Kalau mengurangi impor setuju. Tapi kalau menghentikan impor, itu sama dengan cerminan seseorang yang tidak memahami persoalan bangsa,” ujar Bahlil ketika dimintai konfirmasi terkait pernyataan Prabowo, Selasa (6/11) kemarin.

Lalu Bahlil mengingatkan Prabowo untuk tidak memberikan janji palsu kepada masyarakat. Mengingat antar negara memiliki ikatan hubungan bilateral. Seperti di Asia misalnya, Indonesia terikat kerja sama dalam bidang ekonomi Asia.

Baca Juga: Minta Maaf Soal ‘Tampang Boyolali’, Seperti Inilah Klarifikasi Prabowo

Ia mencontohkan bahwa hingga saat ini Indonesia masih harus mengimpor bawang putih, lantaran komoditas ini hanya bisa diproduksi di dataran tinggi. Bahlil lantas menyinggung kuda-kuda peliharaan Prabowo. “Kuda-kuda dia juga impor. Kalau itu saya menyarankan jangan impor kuda,” tukasnya.

Selain itu, janji Prabowo untuk menghentikan impor, dinilai Bahlil, berlawanan dengan anjuran Rasulullah. Seperti yang kita ketahui, Rasulullah menyarankan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa untuk memakan kurma saat buka puasa.

“Pak Prabowo ini kalau dia melarang impor, dia berarti tidak sayang sama umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Sementara sunnah Rasulullah itu setiap buka puasa makan kurma. Kurma di Indonesia tidak ada, hanya impor,” jelas Bahlil.

Untuk diketahui, menurut data dari Badan Pusat Statistik, nilai impor kurma per Januari-Maret 2018 mencapai US$ 33,3 juta. Angka tersebut meningkat 92 persen di periode yang sama pada 2017, di mana hanya berada di angka US$ 17,3 juta.

“Yang kedua, kalau dia bilang tidak boleh impor air-air. Kalau orang butuh air zam-zam gimana? Air zam-zam itu kan untuk obat dalam perspektif Islam,” imbuh Bahlil mengkritisi janji Prabowo untuk berhenti impor dari negara lain.

Adapun janji tidak akan memberlakukan impor dilontarkan Prabowo dalam acara Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi yang digelar di Gelanggang Olahraga GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (4/11) lalu.

“Saya bersaksi kalau saya menerima amanat bangsa Indonesia, saya akan membuat Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tak perlu impor, saudara-saudara. Kita harus mampu swasembada pangan. Tidak perlu kirim Rp 3 miliar lebih untuk bayar bahan bakar,” ujar Prabowo.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...