Home Politik Prabowo Berencana Hentikan Impor Jika Jadi Presiden, TKN Jokowi Singgung Nasib Kurma...

Prabowo Berencana Hentikan Impor Jika Jadi Presiden, TKN Jokowi Singgung Nasib Kurma dan Air Zam Zam

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tak perlu melakukan impor apapun jika dirinya terpilih sebagai Presiden RI di Pilpres 2019 mendatang.

“Saya bersaksi di sini, kalau insyaallah saya menerima amanat dari rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri! Kita tidak perlu impor apa-apa Saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu!” tutur Prabowo dalam acara di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018), dikutip dari detik.com.

Pernyataan Prabowo tersebut langsung ditanggapi sengit oleh Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma’ruf, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa janji Prabowo akan sulit terwujud.

Pasalnya, semua negara du dunia pasti memberlakukan impor. Bahlil juga menyebut bahwa janji menghentikan impor menunjukkan bahwa Prabowo tak paham persoalan Indonesia.

“Kalau mengurangi impor setuju, tapi kalau menghentikan impor, itu sama dengan cerminan seseorang yang tidak memahami persoalan bangsa,” tutur Bahlil, Selasa (6/11/2018), seperti dilansir dari tribunnews.com.

Baca juga: Yusril Merapat ke Petahana, #JokowiBersamaPengacaraHTI jadi Trending Topic di Twitter

Bahlil melanjutkan, Prabowo sebaiknya tak membohongi masyarakat. Sebab, antar negara terikat hubungan bilateral. Di Asia, Indonesia terikat kerja sama ekonomi Asia.

Salah satu contohnya adalah saat ini Indonesia masih melakukan impor bawang putih. Sebab, bawang putih hanya bisa diproduksi di dataran tinggi.

Selain itu, Bahlil juga menyinggung soal kuda milik Prabowo. “Kuda-kuda dia juga impor. Kalau itu saya menyarankan jangan impor kuda,” ujarnya.

Tak hanya soal hubungan bilateral dan impor kuda, Bahlil juga mambahas soal ajaran Islam. Menurutnya, jika Prabowo menghentikan impor, maka tak sejalan dengan anjuran Rasulullah untuk makan kurma saat berbuka puasa.

“Pak Prabowo ini kalau dia melarang impor. Dia berarti tidak sayang sama umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Sementara sunah Rasulullah itu setiap buka puasa makan kurma. Kurma di Indonesia tidak ada, hanya impor,” kata Bahlil.

“Yang kedua, kalau dia bilang tidak boleh impor air-air, kalau orang butuh air zam-zam gimana? Air zam-zam itu kan untuk obat dalam perspektif Islam,” lanjutnya.
suratkabar.id

Loading...
Loading...