Home Politik Petinggi PSI Terancam Sanksi Terkait Iklan Kampanye, Bawaslu: Tiga Nama

Petinggi PSI Terancam Sanksi Terkait Iklan Kampanye, Bawaslu: Tiga Nama

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengumumkan hasil pemeriksaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atas dugaan iklan kampanye di luar jadwal. Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan ada tiga nama yang akan bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Iya (lebih dari satu orang) yang muncul, tiga nama penanggungjawab, yakni nama-nama yang muncul di pemeriksaan,” terang Afif di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018), dilansir dari laman Detik.com.

Afif tidak menyebutkan detail pihak yang dimaksud, dia hanya mengatakan ketiga nama ini merupakan pejabat inti dari PSI. Jika terbukti ada pelanggaran, maka ketiga orang tersebut akan kena sanksi pidana sesuai dalam pasal 492 UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Iya pejabat teras. Nantinya sanksi terberatnya pidana itu yang terdapat pada pasal 492,” imbuhnya.

Baca Juga: Masih Dipenjara, Benarkah Ahok Gabung ke PSI?

PSI diduga melakukan kampanye di luar jadwal karena memasang lambang, nomor urut, serta nama partai dalam iklan polling cawapres dan calon menteri untuk kabinet Presiden Joko Widodo periode kedua di salah satu media cetak.

Merujuk dari Pasal 492 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, peserta pemilu melakukan kampanye di luar jadwal dapat dikenakan hukuman penjara maksimal 1 tahun dan denda paling besar Rp12 juta.

Bawaslu berencana mengumumkan sanksi yang akan diberikan kepada PSI kepada publik pada Rabu (16/5/2018).

Menurut Afif mereka sudah mengundang sejumlah pihak untuk memberikan klarifikasi dalam menyelidiki dugaan curi start kampanye oleh PSI. Mereka adalah pihak media cetak yang menayangkan iklan, dan perwakilan PSI.

Di samping itu, Bawaslu juga telah meminta pendapat dari ahli pidana dan ahli bahasa.

Sejauh ini, ketua Umum PSI Grace Natalie dua kali tidak memenuhi undangan Bawaslu untuk memberikan keterangan. Afif mengatakan Bawaslu masih menunggu keterangan dari Grace secara langsung hingga Rabu (16/5/2018), sebelum memaparkan kepada publik terkait sanksi yang akan diberikan kepada PSI.
suratkabar.id

Loading...
Loading...