Home Politik Penyebar Amplop Berisi Uang Diamankan Bawaslu Ponorogo, Pelaku Mengaku Diperintah Orang Ini

Penyebar Amplop Berisi Uang Diamankan Bawaslu Ponorogo, Pelaku Mengaku Diperintah Orang Ini

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo berhasil mengamankan satu orang yang menyebarkan uang di dalam amplop. Dari tangan pelaku juga ikut diamankan uang senilai Rp 1,3 juta dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu.

“Pelaku ini justru diamankan oleh masyarakat, jadi kami tinggal mengamankan dan menginvestigasi lebih lanjut,” jelas Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Marji Nurcahyo ketika ditemui di kantornya, Jalan Trunojoyo pada Minggu (14/4), dikutip dari Detik.com.

Penangkapan tersebut, ungkap Marji, berawal mula dari laporan warga di Dukuh Gandong, Desa/Kecamatan Jenangan. Masyarakat melapor ke Panwascam mengenai adanya dugaan money politik.

Selain menyerahkan pria berusia 30 tahunan, masyarakat juga menyerahkan barang bukti berupa uang dan daftar penerima. “Usianya sekitar 30 tahunan. Selain pelaku, masyarakat juga menyerahkan adanya barang bukti uang serta ada daftar penerima,” jelasnya.

Baca Juga: Buntut Panjang ‘Serangan Fajar’ Bowo Sidik, Ratusan Amplop Cap Jempol Kini Diseret ke Isu Pilpres

Menurutnya, pelaku yang memberikan uang di dalam amplop tersebut mendapat perintah dari seorang calon anggota legislatif. Bawaslu bakal memanggil caleg yang dimaksud tersebut pada Senin (15/4) esok. Masing-masing pemilih rencananya akan mendapat uang sebesar Rp 70 ribu.

“Katanya disuruh oleh salah satu caleg di Dapil 2 yang maju ke DPRD Kabupaten,” jelasnya.

Lebih lanjut, Marji menambahkan bahwa atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 523 ayat 2 yang berisi, setiap pelaksana peserta atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung atau pun tidak langsung, seperti yang dimaksud dalam Pasal 278 ayat 2 dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 4 tahun atau denda sebesar Rp 48 juta.

“Besok kami akan panggil yang terkait dan kami lakukan investigasi dan kajian lewat rapat Gakkumdu,” pungkas Marji dengan tegas.

 
suratkabar.id

Loading...
Loading...