Home Politik Ngetweet Soal JKT48 di akun Jokowi, Admin Twitter Presiden Dipecat

Ngetweet Soal JKT48 di akun Jokowi, Admin Twitter Presiden Dipecat

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA  Akun Twitter Presiden Jokowi sempat membuat geger warganet. Pasalnya, Jokowi sempat mencuit terkait JKT48.

Wuooohh mantab! Jadi teringat deg2annya di momen Senbatsu Uza pekan lalu,” tulis Jokowi dalam akun Twitter tersebut, Rabu (16/5/2018), dikutip dari Detik.com.

Tampak akun Twitter Jokowi itu menanggapi sebuah twit dari akun penggemar anggota JKT48 Beby Chaesara.

Netizen yang mengetahui kejadian itu ramai memberikan komentar di postingan @jokowi yang lain.

Cuitan tersebut diunggah hari ini per pukul 15.21 WIB. Melihat kicauan dari Jokowi yang seperti itu, sontak para pengikutnya pun mempertanyakan apakah kicauan itu benar-benar dibuat oleh Jokowi atau bukan.

Baca Juga: Terungkap! Para Pengebom Gereja Surabaya Punya Guru Bernama Abu Bakar. Kini jadi Buronan

Sepertinya, kicauan itu dibuat oleh admin akun Twitter Jokowi, yang lupa mengganti akun ketika berkicau soal JKT48. Ini dikarenakan kicauan itu tidak bertahan lama, sesaat setelah diunggah, kicauan itu tampak langsung dihapus dari akun Jokowi.

Istana menjelaskan terkait akun Jokowi yang sempat mem-posting hal tersebut. Sang admin sudah dibebastugaskan.

“Yang bersangkutan kini sudah dibebastugaskan,” terang Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Berikut ini klarifikasi dari Istana soal cuitan Jokowi:

Klarifikasi mengenai Cuitan Akun Twitter Presiden

Akun Twitter Presiden pada pukul 15:24 WIB mengunggah cuitan singkat namun segera dihapus tak lama setelah diunggah.

Hal ini telah ditelusuri dan ditemukan permasalahan di salah satu admin pengelola. Yang bersangkutan kini sudah dibebastugaskan.

Langkah-langkah pengamanan dan penanganan tambahan secara internal telah dilakukan untuk mencegah hal yang sama kembali terulang.

Jakarta, (16/5/2018)

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Langkah-langkah pengamanan dan penanganan tambahan secara internal telah dilakukan untuk mencegah hal yang sama terulang.
suratkabar.id

Loading...
Loading...