Home Politik Menohok! Tanggapi Prabowo, Tim Jokowi Klaim Massa Istigasah NU Jauh Lebih Besar...

Menohok! Tanggapi Prabowo, Tim Jokowi Klaim Massa Istigasah NU Jauh Lebih Besar Ketimbang 212

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding buka suara menanggapi kekesalan Prabowo Subianto terkait media yang tidak menyebut jumlah 11 juta peserta dalam Reuni Akbar 212.

Abdul Kadir Karding, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Rabu (5/12/2018), menyatakan ketimbang peserta Aksi Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (2/12), istigasah kubro Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur pada 28 Oktober lalu jauh lebih besar.

Ia mengungkapkan, seharusnya calon presiden nomor urut 02 bisa mencontoh sikap yang ditunjukkan para peserta NU. Meski acaranya tidak dipublikasikan secara nasional, namun para peserta istigasah tidak kemudian kebakaran jenggot seperti Prabowo.

“Kalau teman-teman melihat YouTube, acara NU di Sidoarjo pada tanggal 28 Oktober memperingati Hari Santri sekaligus resolusi jihad itu jumlahnya jauh lebih besar (dari) yang ada di Monas. Tetapi teman-teman NU sampai hari ini tidak pernah keberatan tidak diliput,” ujar Karding ditemui di Rumah Cemara, Jakarta, pada Rabu (5/12).

Lebih lanjut, ia menuturkan alasan NU tidak kecewa meski acaranya tidak diliput adalah memang tujuan acara istigasah bukan untuk kepentingan politik. Ia menyebut, acara yang digelar oleh NU beberapa waktu lalu tersebut adalah khusus untuk berdoa.

Baca Juga: Prabowo Soal Media yang Tak Ungkap Jumlah 11 Juta Massa Reuni 212: Saya Katakan, Mereka Antek

“Kalau di Monas ini ada yang kebakaran jenggot, lalu merasa tidak terpublikasikan dengan massif. Itu patut dipertanyakan itu ada unsur-unsur yang sangat kuat dan politis,” imbuh politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Terkait reaksi yang ditunjukkan mantan Danjen Kopassus itu, Karding menilai harus menjadi perhatian utama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pasalnya, ia menduga, ketika aksi damai Reuni 212 berlangsung ada unsur kampanye dan pencitraan diri yang dilakukan Prabowo.

“Menurut saya apa yang terjadi dengan Pak Prabowo ini harus dijadikan satu indikasi dugaan awal salah satu bukti oleh Bawaslu bahwa 212 itu mengandung unsur-unsur kampanye dan pencitraan diri,” ujar Karding tegas.

Di sisi lain, Karding mengklaim Jokowi adalah demokrat yang sejati ketimbang Prabowo. Menurutnya, Jokowi sangat terbuka dengan memberikan seluas-luasnya kebebasan untuk acara Aksi 212. Jokowi, tambahnya, tak campur tangan ataupun mengeluarkan perintah agar aparat membendung acara itu.

Berbeda dengan Prabowo, yang menurut Karding, lebih banyak menguasai teori demokrasi daripada praktik di lapangan. Hal tersebut, jelasnya, bisa terjadi lantaran status Prabowo yang memang lama di dunia militer yang selalu satu komando.

“Ini satu contoh membandingkan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Itu sudah sangat jauh bedanya dari sisi kualitas praktik demokrasi,” tutur Karding.

Sementara itu, Karding menilai bahwa semua pihak harus turun tangan mendorong dan bekerja sama dengan pers demi menumbuhkan demokrasi dan lebih berkualitas. Bukan dengan memaki seperti yang dilakukan Prabowo. “Bukan memakinya, bukan membencinya, apalagi memarahinya. Itu tidak layak,” pungkas Karding.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...