Home Politik Meleset Jadi Cawapres di Hari Ulang Tahunnya, AHY: Terus Berjuang

Meleset Jadi Cawapres di Hari Ulang Tahunnya, AHY: Terus Berjuang

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Dewi Fortuna barangkali belum mau berpihak kepada putra sulung Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono. Di hari ulang tahunnya yang ke-40, AHY justru bernasib kurang mujur: gagal maju sebagai cawapres.

Dilansir Kumparan.com, AHY menginjakkan usianya yang ke-40 tepat pada hari ini. Kebetulan, hari ini juga menjadi hari terakhir pendaftaran capres-cawapres di KPU. Salah satu syarat di PKPU tertulis, capres-cawapres minimal berusia 40 tahun.

Sebagaimana diketahui, AHY memang sejak lama sudah diproyeksikan Partai Demokrat untuk maju ke laga pilpres.

Jika jadi digandeng oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, maka AHY akan mendaftarkan diri ke KPU tepat di hari jadinya yang ke-40, di hari terakhir Jumat (10/8/2018) pendaftaran capres dan cawapres.

Namun, AHY justru mendapatkan kado pahit di hari jadinya. Prabowo lebih memilih menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Baca Juga: Elite Demokrat Sebut Prabowo Sebagai Jenderal Kardus

Pasangan tersebut sudah mendeklarasikan diri pada Kamis (9/8/2018) malam dengan diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.

Anak sulung SBY itu mengucapkan harapannya di hari ulang tahunnya bersama keluarganya.

“Terus berjuang. Kita selalu yakin bahwa sudah ada garis tangan takdir yang tidak bisa ditolak siapapun,” tegas AHY.

Diketahui, SBY sempat memberikan opsi pada Prabowo. Salah satunya adalah tetap mengajukan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres.

“Kembali ke komitmen/janji Prabowo yg meminta AHY cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survey,” ujar Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Namun rupanya, Prabowo tidak menerima masukan dari SBY itu. Pwabowo mendeklarasikan Prabowo-Sandiaga Uno untuk maju di pilpres 2019.

SBY, AHY dan para elite Partai Demokrat hanya menonton deklarasi itu dari siaran langsung di televisi.
suratkabar.id

Loading...
Loading...