Home Politik Massa PDIP Terlibat Kericuhan di Gedung KPU, Adian Napitupulu Tuding Mobil Hary...

Massa PDIP Terlibat Kericuhan di Gedung KPU, Adian Napitupulu Tuding Mobil Hary Tanoe Pemicunya

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Kericuhan sempat terjadi di depan gerbang Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (17/7/2018) siang.

Seperti diwartakan cnnindonesia.com, kericuhan bermula saat massa berseragam merah-merah yang mengantarkan beberapa pengurus DPP dan anggota DPR dari PDIP untuk mendaftar tiba di kantor KPU sekitar pukul 13.55 WIB.

Politikus PDI Perjuangan Adian Yunus Yusak Napitupulu menuding jika biang kerusuhan tersebut adalah mobil Hummer milik Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

“Kami sudah lebih dulu berada di depan sini. Tiba-tiba pengamanan Perindo narik-narik orang kita suruh ‘minggir minggir minggir’ karena Hummer ketua umum mereka mau masuk,” kata Adian Napitupulu di kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Baca Juga: Pengacara Habib Rizieq Bantah Akan jadi Caleg dari PDIP

Adian lantas menceritakan bagaiamana para simpatisan PDIP telah datang terlebih dahulu di kantor KPU. Mereka berjalan kaki dari kantor DPP PDIP yang tak jauh dari KPU. Ketika para simpatisan tersebut sudah berada di depan gerbang kantor KPU, tiba-tiba mobil bernopol B 10 MNC milik Hary Tanoe langsung merangsek ingin masuk.

“Tiba tiba mobil Hummer itu datang, merangsek maju ke depan. Teman teman kita ditarik tarikin oleh pengamanan mereka termasuk juga pengamanan KPU,” kata Adian.

Akan tetapi pihak Perindo membantah keterangan dari Adian. Menurutnya, memang sudah menjadi ketentuan pengamanan KPU bahwa hanya mobil Ketum partai yang boleh masuk. “Karena terkait dengan ketentuan pengamanan KPU, maka hanya mobil ketum partai yang bisa masuk. Maka ketika ketum sudah datang, ya otomatis mobil ketum masuk KPU,” ujar Rofiq saat dikonfirmasi

Rofiq mengatakan jika ketika mobil Hary Tanoe masuk, massa dari PDIP memanfaatkan momentum itu untuk mencoba ikut masuk. “Dengan dibukanya pintu pagar KPU untuk mobil ketum, maka ini jadi jalan mereka untuk ikut masuk serta. Di situ mulai ricuh karena sekuriti melarang masuk,” terang Rofiq.
suratkabar.id

Loading...
Loading...