Home Politik Maaf Prabowo Soal ‘Tampang Boyolali’ Dinilai Tak Tulus, Tim Jokowi Sebut Ada...

Maaf Prabowo Soal ‘Tampang Boyolali’ Dinilai Tak Tulus, Tim Jokowi Sebut Ada Maksud Terselubung

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Juru Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir buka suara menanggapi permintaan maaf calon presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan kontroversional ‘tampang Boyolali’.

Inas, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Kamis (8/11/2018), menilai ada maksud terselubung dalam permintaan maaf yang terucap dari bibir calon presiden nomor urut 02 tersebut. Ia melihat kata maaf tersebut tak berasal dari hati nurani Prabowo dalam mengakui kesalahannya.

“Bukanlah minta maaf yang meluncur dari nuraninya, melainkan minta maaf politis. Karena permintaan maaf tersebut dilakukan setelah mengkalkulasi dulu untung ruginya,” ujar Inas ketika dimintai konfirmasi pada Rabu (7/11) kemarin.

Untuk diketahui, Prabowo sebelumnya menyampaikan permohonan maaf terkait ungkapan ‘tampang Boyolali’ dalam sebuah video yang diunggah oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Instagram miliknya.

Inas yang juga merupakan politisi Partai Hanura tersebut kemudian mengungkit kembali pernyataan lain bernada kontroversi yang pernah dilontarkan oleh Prabowo sebelumnya. Dalam catatannya, Prabowo pernah menyindir wartawan menggunakan ungkapan ‘bisa disogok’ serta ‘tak bisa belanja di mal’.

Baca Juga: Minta Maaf Soal ‘Tampang Boyolali’, Seperti Inilah Klarifikasi Prabowo

Prabowo juga pernah melontarkan sindiran tajam menyebut ‘Bangsa Indonesia naïf dan goblok’ dan ‘elite Jakarta maling semua’. “Pernyataan-pernyataannya yang bernada caci maki dan pelecehanyang berulang kali terjadi, maka hal tersebut sudah menjadi habitnya (kebiasaannya) Prabowo,” tukas Inas.

Membaca situasi yang ada, Inas mengaku pesimis Prabowo dapat menghilangkan kebiasaan tersebut dalam 6 bulan ke depan di masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia bahkan mengaku sangat yakin Prabowo akan kembali mengeluarkan pernyataan kontroversi lain dalam waktu dekat.

“Cukup jelas bahwa kebiasaan ini akan berulang dan betulang lagi. Apakah Prabowo mampu mengerem kebiasaannya ini? Kita lihat dalam 6 bulan ke depan,” imbuh Inas kemudian.

Ditemui secara terpisah, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa Prabowo tulus meminta maaf meski hanya disampaikan melalui video yang diposting di akun Twitter dan Instagram saja.

Muzani lantas menjelaskan bahwa pernyataan kontroversional Prabowo di hadapan para relawan pendukung tersebut tak memiliki maksud selain sekadar gurauan belaka. Prabowo, jelasnya, justru ingin membela warga Boyolali dari ketidakadilan perkembangan ekonomi melalui pernyataannya.

“Bahwa ada keterasingan antara kemajuan hotel dan gedung-gedung tinggi dengan tingkat kemiskinan. Pak Prabowo ingin menggambarkan terasing kira-kira seperti itu,” jelas Muzani.

Muzani juga tegas meyakinkan Prabowo tak memiliki maksud melecehkan. Atas dasar itu, ia menyayangkan adanya upaya penggiringan opini dari pihak-pihak tertentu. “Tidak ada maksud melecehkan dan merendahkan. Apa maksud beliau datang-datang jauh ke Boyolali untuk merendahkan? Enggak ada sama sekali,” tandasnya.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...