Home Politik Kunjungi Ahok di Penjara, Kang Dede Dibeginikan saat Adzan Berkumandang

Kunjungi Ahok di Penjara, Kang Dede Dibeginikan saat Adzan Berkumandang

0
SHARE

RAKYAT JAKARTADede Budhyarto menyampaikan pengalamannya ketika mengunjungi Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Mako Brimob, Selasa (24/4/2018).

Saya mau cerita dikit pertemuan dgn Pak Ahok @basuki_btp Selasa 24 April 2018,” tulisnya di akun media sosial pribadinya seperti dilansir dari TribunWow, Minggu (6/5/2018).

Dede mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Mako harus mengikuti prosedur yang cukup ketat.

Dirinya mengunjungi Mako pada pukul 15.00 bersama dengan beberapa kawannya. Tepat di depan pintu gerbang Mako, dirinya diminta untuk menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga nomor polisi kendaraan.

Tentu saja, jika nama dan nomor polisi tidak terdaftar maka tidak akan bisa masuk. Setelah diijinkan masuk, penggiat media sosial ini mengisahkan bagaimana dirinya dikawal.

Baca juga: Kisah Remaja Ahok Diangkat ke Layar Lebar, Tokoh Utamanya Aktor Muda Idola Kaum Hawa

Untuk masuk kedalam kami dikawal hingga pintu gedung tempat pak Ahok menerima keluarga & tamu lainnya, kalo tidak salah hari itu pertama kalinya pak Ahok menerima tamu lagi setelah sekian bulan tidak memperbolehkan orang/umum untuk menjenguk, kecuali keluarga.

Satu jam setelahnya, petugas mengingatkan untuk tidak boleh membawa HP dan melarang kegiatan berfoto atau selfie.

Dede juga menceritakan kesannya saat bertemu dengan Ibu Ahok di dalam tahanan.

Sebelumnya ada Ibu & keluarga serta Pendeta pak Ahok berkunjung, Pas dipintu masuk ruangan kami disambut Ibu Ahok, tak lupa saya mencium tangan Ibu, terlihat jelas ketegaran seorang Ibu, dengan senyum yg sumringah Ibu Ahok mengucapkan terima kasih kami mengunjungi pak Ahok.

Sesampainya di dalam, salaman cipika cipiki, seperti biasa dgn candanya yg khas, tak sedikit pun ada raut kesedihan di wajahnya dgn persoalan yg menimpanya.

Tak sampai di situ, Dede juga menceritakan jika aktivitas Ahok di dalam penjara adalah banyak membaca hingga belajar buku-buku tentang ajaran Islam.

Hal ini dibuktikan saat pertemuan yang berlangsung hampir satu setengah jam, Ahok menghentikan pembicaraan saat Adzan Maghrib berkumandang.

Sudah yah..sudah Adzan, nanti kita lanjutkan ngobrolnya klo ada waktu & diizinkan,” kata Ahok.

Dede dan kawannya pun juga meminta tanda tangan Ahok di beberapa kaus dengan atribut ‘JKW adalah kita’.
suratkabar.id

Loading...
Loading...