Home Politik Kubu Prabowo Dianggap Tersandera Kepentingan Habib Rizieq

Kubu Prabowo Dianggap Tersandera Kepentingan Habib Rizieq

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai tersandera oleh kepentingan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Hal tersebut dikatakan oleh Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ahmad Atang.

Atang mengatakan bahwa Habib Rizieq selama ini selalu dikait-kaitkan dengan pasangan calon presden dan wakil presiden nomer urut 02 tersebut.

“Sikap ini dapat dimaknai bahwa kubu 02 selama ini tersandera oleh kepentingan Habib (Rizieq Shihab). Sehingga setiap keputusan apa pun selalu dikaitkan dengan kepentingan dia,” kata Ahmad Atang, Senin (8/7/2019), dikutip dari tempo.co.

Atang mengatakan itu untuk menanggapi syarat rekonsiliasi yang disampaikan kubu Prabowo kepada pihak Joko Widodo (Jokowi). Disebutkan bahwa salah satu syarat rekonsiliasi adalah kepulangan Habib Rizieq ke tanah air.

Lebih lanjut. guna menginisiasi rekonsiliasi, kata Ahmad Atang, mesti muncul dari pihak yang menang. Alasannya, pasangan pemenang yang berkepentingan untuk menghimpun kekuatan dan bersama-sama membangun bangsa 5 tahun ke depan.

Atang menganggap syarat yang disampaikan kubu 02 mengenai kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia adalah sesuatu yang berlebihan.  “Syarat ini menurut saya, kubu paslon 02 sangat lebay, menggadaikan kepentingan bangsa pada kepentingan individu,” katanya.

Menurut Ahmad Atang, sebagai seorang politikus yang patriotis, mestinya Prabowo Subianto – Sandiaga Uno membela kepentingan lebih besar yaitu keutuham bangsa, bukan mengedepan kepentingan individu. “Yang diharapkan publik adanya keikhlasan dengan penuh kesadaran, yaitu rekonsiasi tanpa syarat”.

Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi (Gus Mis) menilai ada yang aneh jika rekonsiliasi harus dikaitkan dengan pemberian jaminan atas kepulangan Habib Rizieq. Ia mengatakan bahwa Imam Besar FPI itu bisa pulang kapan saja dari Arab Saudi.

“Jadi aneh saja kalau dalam rekonsiliasi itu ada poin tentang Habib Rizieq,” tutur Gus Mis usai menghadiri diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (6/7/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.

Terlebih kepolisian sudah menerbitkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3) untuk dua kasus yang menjerat Rizieq. SP3 diterbitkan pada 2018 lalu.

Kasus pertama yakni dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar. Kasus kedua yaitu dugaan chat m***m antara Rizieq dengan Firza Husein yang ditangani Mabes Polri.

“Toh sekarang kan semuanya sudah tidak ada masalah. Habib Rizieq bisa kembali kapan saja,” ujar Gus Mis.
suratkabar.id

Loading...
Loading...