Home Politik Ketum GP Ansor: Kita Disuruh Hadang Saja Siap, Apalagi jadi Menteri

Ketum GP Ansor: Kita Disuruh Hadang Saja Siap, Apalagi jadi Menteri

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Bursa calon menteri  yang akan masuk dalam cabinet Joko Widodo (Jokowi) di periode ke dua makin menguat. Sejumlah nama disebut-sebut bakal menjadi pembantu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, salah satunya adalah kader Nahdlatul Ulama, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

Masuknya kader NU dianggap wajar karena pada Pilpres 2019, peran kader NU pada pemenangan Jokowi dinilai cukup besar. Terlebih Ma’ruf Amin merupakan tokoh senior di kalangan NU.

Gus Yaqut mengatakan bahwa posisi menteri adalah hak prerogatif dari presiden.Namun dirinya menegaskan bahwa jika siapapun kader NU diminta untuk mengabdi ke negara melalui jabatan menteri, kader NU harus siap menerima amanah dan tugas tersebut.

“(Jadi menteri) Itu keputusan hak prerogatif presiden, saya tidak akan nggege mungso (mendahului kenyataan). Tapi kalau memang ditugaskan, lawong kita disuruh hadang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) saja siap, apalagi jadi menteri,” kata Gus Yaqut di sela silaturahim dengan pengurus Ansor se Jatim di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (2/6/2019), dikutip dari viva.co.id.

Jokowi sendiri telah menyatakan bahwa akan mengangkat menteri dari kalangan anak muda, “Tetapi memang ke depan kita ingin ada warna yang muda-muda, entah umur 20 tahun, 25 tahun entah 30-an tahun gitu,” papar Jokowi yang dikutip dari acara Berita Satu News Channel.

Jokowi beralasan bahwa usia muda lebih dekat dengan dunia digital. Untuk itu ia lantas memaparkan sejumlah kriteria anak muda yang akan dijadikannya menteri dalam kabinetnya nanti. “Ya kita harapkan ke depan ada visi digital economy,”
suratkabar.id

Loading...
Loading...