Home Politik Ketika Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Disebut sebagai Pelanggar HAM

Ketika Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Disebut sebagai Pelanggar HAM

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyebutkan bahwa kedua calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), yang saat ini tengah berkontestasi merupakan para pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kalau dilihat komposisi kedua calon soal penyelesaian HAM, baik Jokowi maupun Prabowo bisa dikategorikan pelanggar HAM. Karena tidak ambil langkah apa pun dalam penyelesaian kasus HAM,” ujar Staf Divisi Pemantauan Impunitas KontraS Dimas Bagus Arya, Jumat (4/1), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Lebih lanjut Dimas mengungkapkan bahwa Prabowo adalah terduga pelanggar HAM. Hal tersebut bisa dilihat dari keterlibatannya dalam beberapa kasus. Salah satunya adalah keterlibatan mantan Danjen Kopassus tersebut dalam penghilangan paksa aktivis 1997-1998 silam.

“Prabowo karena namanya tersangkut di beberapa dokumen Komnas HAM, misal kasus penculikan, penghilangan paksa belum clear. Karena masih ada sembilan orang yang belum jelas statusnya,” tutur Dimas kemudian.

Baca Juga: Ruhut Sitompul: Terus Terang Prabowo Itu Bohong

Di sisi lain, Jokowi juga merupakan seorang pelanggar HAM. Mengingat selama empat tahun menduduki kursi kepresidenan, sederet panjang kasus pelanggaran dari masa lalu belum juga bisa diselesaikan Jokowi. Padahal Jokowi sendiri pernah berjanji akan menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

“Sebenarnya dalam terminology HAM Jokowi ketika jadi petahana dia tidak bisa dikatakan bersih. Dia punya otoritas menyelesaikan pelanggaran HAM. Tapi dia tidak menyelesaikan itu. Kalau dia melakukan pembiaran itu merupakan bentuk kejahatan,” tegasnya.

Dimas juga mengungkapkan, baik dalam visi-misi maupun program-program ke depannya, masing-masing calon presiden sama-sama tak menempatkan penyelesaian kasus pelanggaran HAM di urutan pertama.

Ia meyakini, isu-isu HAM bakalan kembali digoreng oleh kedua kubu demi meraup konstituen luas. Hanya, lanjut Dimas, isu dan janji-janji tersebut tak akan diwujudkan setelah salah satu dari mereka menduduki kursi kekuasaan.

“Ketika nanti berbicara di depat capres, kita merasa bahwa HAM ini hanya komoditas dipolitisasi untuk meraih konstituen luas. Untuk mencitrakan kedua kubu ini punya kepedulian soal HAM. Tapi ketika terpilih akan tidak mengimplementasikan janji-janjinya itu,” pungkasnya.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...