Home Politik Kepolisian Ungkap Peluang Kasus Habib Rizieq Diusut Kembali

Kepolisian Ungkap Peluang Kasus Habib Rizieq Diusut Kembali

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Pihak kepolisian menyatakan jika masih ada kemungkinan untuk kembali mengusut perkara yang menyeret nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Tidak menutup kemungkinan, itu penyidik nanti yang akan menindaklanjuti,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.

Dedi menegaskan bahwa wacana kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia bukan merupakan kewenangan pihak kepolisian, kecuali jika ada kasus hukum yang belum usai.

“Itu kan (kepulangan) secara individu, secara personel masing-masing, enggak ada kaitannya dengan kepolisian. Kecuali nanti misalnya yang bersangkutan proses hukumnya belum selesai. Kan nanti ada mekanismenya juga,” tutur Dedi.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko heran dengan permintaan pemulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi. Ia menyebut Habib Rizieq sendiri yang memilih pergi ke Arab Saudi dua tahun lalu saat kasus hukumnya mencuat. Menurutnya, pemerintah juga tak pernah mengusir Habib Rizieq keluar dari wilayah Indonesia.

“Siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan, pergi pergi sendiri kok dipulangin, gimana sih? Memangnya kita yang usir, kan enggak,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019).

Sedangkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta agar Moeldoko tidak asal berkomentar. “Saya berharap Moeldoko tabayun lah, jangan asal komentar jadi nggak tahu situasi kondisi yang sebenarnya,” kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, kepada wartawan, Rabu (10/7/2019), dikutip dari detik.com.

Novel menghargai eks koordinator jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengaitkan proses rekonsiliasi dengan kepulangan Habib Rizieq.

“Adapun kepulangan HRS yang menentukan adalah beliau sendiri dengan tim kuasa hukumnya, adapun Dahnil Anzar sebagai orang beriman, bertakwa, sudah otomatis cinta kepada ulama yang istikamah sehingga Dahnil Anzar punya tanggung jawab moral sebagai kewajibannya membela ulama yang terzalimi,” ujar Novel.
suratkabar.id

Loading...
Loading...