Home Politik Kebijakannya Dikritik Gembong Warsono, Sandiaga Kalem: Ini PDI-P Lagi Menjalankan Tugas

Kebijakannya Dikritik Gembong Warsono, Sandiaga Kalem: Ini PDI-P Lagi Menjalankan Tugas

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno buka suara menanggapi kritikan yang dikelaurkan oleh Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Gembong Warsono terkait OK Otrip. Menurutnya ada unsur politik di dalamnya.

Sandiaga, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com, pada Sabtu (14/7/2018), menilai bahwa Fraksi PDI-P memang senantiasa memberikan penilaian negatif kepada semua kebijakan yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dirinya.

“Ini lan politik, PDI-P lagi menjalankan tugas politiknya sebagai partai yang, apa yang Anies-Sandi lakukan pasti dibilang salah. Dan enggak apa-apa, it’s oke,” tutur Sandiaga ketika ditemui di Kantor Wali kota Jakarta Barat, Sabtu (14/7), dikutip dari Kompas.com.

Gembong sendiri, sebelumnya menyebut bahwa OK Otrip merupakan contoh program yang gagal. Padahal, menurut Sandi, penumpang OK Otrip sudah menembus angka 18.000 per harinya, meski jumlah armada memang diakui masih terlalu jauh dari target yang dibuatnya.

“Tapi mekanisme menyebutkan gagal itu saya rasa terlalu ‘harsh’, ya, terlalu menjatuh-jatuhkan diri sendiri,” tukas Sandiaga lebih lanjut.

Baca Juga: Ingin Bertemu, Sandiaga Mengaku Butuh ‘Petuah’ dari Ahok. Soal Apa?

Mendapat kritikan pedas dari petinggi PDI-P, Sandiaga mengaku tak terluka maupun tersinggung. Karena kritikan bisa dijadikan sebagai pemacu semangat. Ia bahkan optimis Pemerintah Provinsi DKI sanggup memenuhi target menarik 2.609 armada angkutan umum untuk turut bergabung dalam OK Otrip.

Hingga saat ini, jumlah armada yang sudah bergabung baru 123. Dan angka tersebut, menurut Gembong, masih terlampau jauh dari target. “OK Otrip itu program gagal. Sampai pertengahan tahun target Gubernur itu sekitar 2.000 angkot yang gabung, tetapi sekarang baru 100-an,” celetuk Gembong.

Sebelumnya, angkot OK Otrip 16 (OK 16), rute Pusat Grosir Cililitan (PGC)-Condet sudah mulai ebroperasi pada Kamis (28/6) lalu. Dan di hari pertama OK 16 beroperasi, para penumpang tidak perlu membayar.

“Kalau untuk yang sudah berbayar ini kan masih uji coba, selama uji coba hari ini gratis,” ungkap salah seorang petugas Transjakarta, Gunawan Adisaputra, yang mendampingi sopir OK 16, dikutip dari Kompas.com, pada Kamis (28/6/2018).

Digratiskannya biaya angkot OK 16 akan berlangsung selama 3 bulan ke depan, atau sampai September 2018. Jadi warga yang menggunakan jasa angkot tersebut tak perlu melakukan tap-in ketika menaiki angkot.

Namun jika penumpang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan bus Transjakarta, mereka tetap wajib melakukan tap-in di halte dan membayarkan ongkos sebesar Rp 3.500. “Sekarang cuma di TJ-nya saja yang bayar. Angkotnya gratis untuk saat ini. Kalau nanti sudah berbayar, di sini tap Rp 3.500 di TJ-nya cuma bayar Rp 1.500. Totalnya pokoknya Rp 5.000,” jelas Gunawan.
suratkabar.id

Loading...
Loading...