Home Politik Karding Minta Jatah Menteri PKB Dibedakan dengan NU

Karding Minta Jatah Menteri PKB Dibedakan dengan NU

0
SHARE

 

RAKYAT JAKARTA Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menganggap bahwa jatah kursi untuk partainya dan Nahdlatul Ulama (NU) dipisahkan.

Menurutnya, PKB dan NU sama-sama bekerja untuk memenangkan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 lalu.

“Saya kira beda ya, kalau ada jatah-jatah pasti beda karena NU juga bekerja, PKB sebagai partai juga bekerja, jadi beda,” ujar Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat (5/7/2019), dikutip dari tempo.co.

Senada dengan Karding, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imim) juga tengah mengupayakan adanya pemisahan jatah menteri untuk partainya dengan NU. “Kami usahakan,” ujar Cak Imin di kediaman Wapres terpilih Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Jumat (5/7/2019), dikutip dari tempo.co.

Baca Juga: PBNU Siap Ajukan Nama Calon Menteri, Muhammadiyah Tak Mau Ikut Campur

Wacana jatah menteri untuk NU awalnya muncul dari pernyataan Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri alias Gus Ali. Gus Ali berkata, dalam politik “tidak ada yang gratis,” termasuk peran NU di balik kemenangan paslon Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019. Ali menilai NU punya andil besar terhadap kesuksesan Jokowi dan Ma’ruf mengalahkan Paslon Prabowo-Sandiaga.

Sedangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Helmy Faishal Zaini mengatajan jika NU memiliki banyak kader yang ahli di berbagai bidang untuk mengisi kursi kabinet pemerintahan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin periode 2019-2024.

 “Di NU ini kan kita punya database. Kader-kader kita banyak yang profesor dan dokter di berbagai disiplin ilmu. Diaspora kita, yang ahli kimia ada, ahli fisika ada, kedokteran ada, ahli kesehatan, pendidikan, keagamaan. Ekonomi juga banyak. Banyaklah,” kata Helmy, Rabu (3/7/2019), dikutip oleh republika.co.id.
suratkabar.id

Loading...
Loading...