Home Politik Jokowi Disebut Berniat Menghapus Jejak SBY di Lombok, TGB Angkat Suara

Jokowi Disebut Berniat Menghapus Jejak SBY di Lombok, TGB Angkat Suara

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan Tuan Guru Bajang (TGB) buka suara terkait isu pencopotan prasasti peresmian Bandara Internasional Lombok yang pada 2011 ditandatangani oleh Presiden ke-6 RI.

TGB, seperti yang dilansir dari laman Kompas.com pada Rabu (13/9/2018), dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang berniat menghapuskan jejak yang ditinggalkan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Lombok.

Ia mengatakan bahwa dirinya sangat menghargai penetapan nama Pahlawan Nasional untuk Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden Joko Widodo seperti yang disampaikan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan.

“Jasa beliau dihargai sehingga tidak perlu ada yang sensi. Saya pastikan Pak Jokowi bukan orang yang suka menafikan jasa pemimpin sebelumnya, bahkan beliau selalu mengapresiasi karya pendahulunya,” ungkap TGB dalam rilis, pada Rabu (12/9) kemarin.

Sementara itu, mengenai prasasti yang ditandatangani oleh Presiden SBY pada tahun 2011 silam, dipastikan akan tetap berdiri di Bandara Internasional Lombok, tidak seperti kabar yang menyebutkan Jokowi akan menghilangkan prasasti tersebut.

Baca Juga: Tak Diikutsertakan dalam TKN Jokowi-Ma’ruf, Rupanya TGB Dapat Tugas Eksklusif Ini

“Kami masyarakat Lombok berterima kasih pada Pak Jokowi atas penetapan nama bandara yang mengabadikan nama Pahlawan Nasional satu-satunya dari NTB, yaitu Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,” tutur TGB.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (5/9), pemerintah melalui Menteri Perhubungan Budi Karya menetapkan nama bandara menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, mengabadikan satu-satunya nama Pahlawan Nasional dari NTB, yakni Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Menurut rencana, Presiden Jokowi akan meresmikan penetapan nama bandara ini dalam beberapa hari ke depan. Dan tidak menutup kemungkinan akan ditandatangani dengan satu prasasti.

Gubernur NTB lebih lanjut mengungkapkan bahwa Bandara Internasional Lombok diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 20 Oktober 2011 silam.

“Pada saat itu, Pak SBY menandatangani prasasti peresmian bandara. Namun, tentu saya bukan prasasti Pak SBY akan dicopot sebagaimana yang Pak SBY sampaikan. Pemerintah dan masyarakat Lombok tidak pernah ada keinginan seperti itu,” ungkapnya.

Zainul menjelaskan bahwa, peresmian operasional bandara adalah satu hal, sementara penetapan nama bandara dengan nama Pahlawan Nasional merupakan hal lain. Ia menegaskan, keduanya adalah hal yang sama sekali berbeda.

“Saya sangat menyayangkan Pak SBY diberi kabar hoaks mengenai rencana pencopotan prasasti, hingga mengeluarkan statement yang keliru,” pungkas TGB.
suratkabar.id

Loading...
Loading...