Home Politik Jokowi Bandingkan Kebijakan dan Bocorkan Subsidi BBM di Era SBY

Jokowi Bandingkan Kebijakan dan Bocorkan Subsidi BBM di Era SBY

0
SHARE

RAKYAT JAKARTAPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh daerah sudah bisa diterapkan. Hal itu bisa diterapkan saat pemerintah mencabut subsidi BBM.

Sementara itu, pada pemerintahan sebelumnya, terdapat subsidi BBM sebesar Rp 340 triliun. Namun, Jokowi mempertanyakan mengapa BBM satu harga tak bisa diterapkan di seluruh daerah di Indonesia pada saat itu.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun kenapa harga nggak bisa sama. Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” ujar Jokowi, dilansir dari Republika, Selasa (15/5/2018).

Jokowi menyebutkan, kebijakan BBM satu harga perlu diterapkan untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Jokowi Kritik SBY Soal Subsidi BBM, Begini Balasan Politisi Demokrat

Terlebih lagi, harga BBM di Indonesia bagian Timur sangat mahal dibandingkan dengan harga BBM di Jawa.

“Kita sering di Jawa, bensin naik Rp 500 perak saja demo tiga bulan. Bensin naik Rp 1.000 demonya enam bulan, tujuh bulan. Coba saudara kita di Papua, bensin Rp 60 ribu. Rp 60 ribu sudah berpuluh-puluh tahun nggak pernah demo mereka,” kata dia saat menghadiri penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP se-Indonesia 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan mencabut penuh subsidi untuk BBM jenis premium. Subsidi itupun dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, politisi Demokrat Ferdinand Hutahean pun angkat bicara.

Kalau mau membandingkan itu, bandingkanlah capaian SBY dan JKW (Jokowi, red) di bidang: Pertumbuhan ekonomi, Penurunan kemiskinan, Lapangan kerja, Stabilitas, Penegakan hukum, Nilai tukar Dolar, Perhatian pada rakyat (Subsidi). Bukan yang ECEK-ECEK seperti BBM 1 harga,” kata Ferdinand Hutahean, Selasa (15/5/2018), di akun Twitter pribadinya.
suratkabar.id

Loading...
Loading...