Home Politik Isu Pilpres, Pengamat Politik: Kalau Pak Amien itu dari Dulu Penari Latar

Isu Pilpres, Pengamat Politik: Kalau Pak Amien itu dari Dulu Penari Latar

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Pengamat politik Boni Hargens menilai politikus senior PAN Amien Rais tak lebih dari seorang penari latar dalam kancah perpolitikan Indonesia. Oleh karena itu, Boni menyindir keinginan PAN dan Persaudaraan Alumni 212 yang rekomendasi Amien menjadi calon presiden.

“Kalau Pak Amien itu dari dulu penari latar. Kalau politik, pentas panggungnya penari latar, cukup meramaikan,” sindir Boni di kawasan Karet, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018), dikutip dari Jpnn.com.

Dia memerhatikan, Amien kerap menyerang pemerintahan dengan nada sarkastis. Menurut Boni, hal itu tidak lebih dari perang politik, apalagi menggunakan istilah agama dalam menyerang.

Dia mengkhawatirkan jika Amien terus melakukan itu, maka kebencian dan fitnah di tengah-tengah masyarakat terus bertumbuh.

Tak hanya itu, Boni juga menyebut Amien tidak pernah menjadi actor utama dalam perhelatan pilpres. Karenanya, dia ragu jika Amien maju sebagai capres dalam Pilpres tahun depan.

Baca Juga: Mantab! Amien Rais Sebut Dirinya Tak Terlalu Tua Jika Maju Capres

Andai PAN serius mengusung Amien, atau Amien sendiri tidak bercanda alias serius menjadi capres, Boni lantas mengaitkan dan mempertanyakan pertemuan Rizieq Shihab dengan sejumlah tokoh politik di Arab Saudi.

Diketahui, belum lama ini, pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu bertemu dengan Prabowo Subianto dan Amien Rais di Mekah. Dalam pertemuan tersebut, Rizieq meminta Gerindra, PAN, PKS, dan PBB lekas membentuk koalisi keummatan melawan koalisi pendukung pemerintah.

Pengamat Sebut Amien Rais Hanya Penari Latar dalam Pilpres

“Kalau perkumpulan di Arab itu pertemuan hasilnya Pak Amien jadi capres, artinya pertemuan itu sebuah pepesan kosong,” sambungnya.

Sebaliknya, Boni justru menduga, mungkin Amien tengah mengelabui sejumlah pihak dengan sepak terjangnya sejauh ini yang menyita perhatian publik. Menurutnya, publik mesti memperhatikan tindak tanduk ‘bapak reformasi’ itu dalam politik.
suratkabar.id

Loading...
Loading...