Home Politik Ingin Amien Rais Berubah, Warga Yogyakarta Gelar Ritual ‘Larung Sengkuni’

Ingin Amien Rais Berubah, Warga Yogyakarta Gelar Ritual ‘Larung Sengkuni’

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Gerakan Rakyat Anti-Hoax (Gerah) yang terdiri dari gabungan masyarakat Yogyakarta segala lapisan melakukan ritual larung tokoh wayang Sengkuni di Pantai Parangkusumo, Bantul. Acara tersebut sampai digelar oleh Gerah lantaran Amien Rais dan putrinya Hanum Rais—dua warga asal Yogyakarta—terlibat dalam skandal berita bohong yang dilontarkan Ratna Sarumpaet.

Menukil laporan BeritaSatu.com, Rabu (10/10/2018), Bondan Nusantara selaku Budayawan Yogyakarta yang turut melakukan ritual bersama Gerah tersebut menuturkan, melalui simbolisasi ritual budaya Larung Sengkuni, berbagai rupa tokoh wayang Sengkuni dibuang ke laut. Rupanya tindakan tersebut memiliki makna teramat mendalam.

“Harapannya agar watak pembohong atau penyebar berita bohong dan ujaran kebencian tidak ada lagi di Nusantara. Keterlibatan Amien Rais dalam kasus Ratna Sarumpaet bagi kami menunjukkan watak seorang Sengkuni. Kami tak ingin Yogyakarta menjadi sial gara-gara Sengkuni,” papar Bondan dalam pernyataan yang diterima awak media di Jakarta, Selasa (09/10/2018) kemarin.

Diketahui sebelumnya, Amien Rais dan anaknya, Hanum Rais, memang sama-sama ikut menyebarluaskan kebohongan bahwa Ratna telah dianiaya oleh sekelompok orang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Bahkan, tudingan penganiayaan itu lantas mengarah kepada rezim Joko Widodo (Jokowi) yang disebut tidak mampu menjaga demokrasi—selain sarat akan tindakan kekerasan.

Baca juga: Amien Rais Akan Bongkar Kasus Korupsi Usai Pemeriksaan, Jubir Jokowi-Ma’ruf Ingatkan Begini

Bondan menambahkan, pihaknya sangat resah dengan tingkah polah elite politik yang tak sesuai dengan nilai-nilai luhur dan budaya Yogyakarta. Padahal, seperti diketahui, Yogyakarta kerap identik dengan menjunjung tata krama, kejujuran dan bertanggung jawab. Sehingga tak ayal, mereka pun merasa prihatin terhadap perilaku elite yang berwatak Sengkuni seperti itu.

Dugaan KPK Soal Amien Terlibat Korupsi Alat Kesehatan

“Sengkuni dikenal sebagai tukang hasut dan senang mengadu domba sesama anak bangsa,” ungkap Bondan, yang dikenal sebagai budayawan Yogyakarta penerima gelar maestro seni tradisi ketoprak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia melanjutkan, dengan larung tokoh Sengkuni, masyarakat Yogyakarta ingin menegaskan bahwa budaya guyub, rukun, tenggang rasa, dan tertib hukum telah terinjak-injak oleh perilaku jahat.

Ia menyebutkan, Amien Rais merupakan tokoh lama. Sehingga sudah seharusnyalah elite PAN tersebut memiliki kesadaran serta tanggung jawab moral dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan beradab.

Namun, sambung Bondan, hingga saat ini Amien Rais masih tak kunjung sadar juga. Yang bersangkutan malah mangkir dari panggilan Kepolisian terkait kasus aktivis Ratna Sarumpaaet.

Hari ini, Rabu (10/10/2018), Amien dipanggil untuk kedua kalinya. Ia berjanji datang, namun terkesan mengancam Polri dengan mengatakan akan menggelar konferensi pers mengenai kasus dugaan korupsi lama yang belum terungkap.

“Tidak perlu mengancam kasus ini, kasus itu. Publik masih ingat dugaan yang disampaikan KPK bahwa Amien Rais menerima Rp 600 juta terkait korupsi alat kesehatan. Lebih baik, Pak Amien Rais menjelaskan benar atau tidak dugaan korupsi itu melalui proses hukum daripada berkoar-koar,” tandas Bondan, dilansir dari laporan TribunNews.com.

Amien Disuguhi Gudeg dan Timbel

Sementara itu, reportase Detik.com menyebutkan bahwa kini Amien Rais sudah selesai diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya. Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan berkenaan dengan kasus hoax Ratna Sarumpaet, sebagai saksi.

Menurut Amien, pemeriksaannya tersebut berjalan santai. Bahkan ia sempat mendapat makan enak di sela pemeriksaan.

“Demikian smooth, demikian bagus,” tutur Amien Rais soal pemeriksaannya di gedung Ditkrimum Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Selebihnya, Amien Rais enggan membeberkan topik pemeriksaan yang baru ia. Meski begitu, politisi senior tersebut mengklaim pemeriksaan berjalan dengan suasana akrab, terlebih ia pun mendapat suguhan lezat berupa gudeg hingga nasi timbel.


suratkabar.id

Loading...
Loading...