Home Politik Heboh Orang Kepercayaan Jokowi Diusir Saat Diskusi Publik, Ini Penjelasan UIN Sumut

Heboh Orang Kepercayaan Jokowi Diusir Saat Diskusi Publik, Ini Penjelasan UIN Sumut

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Dalam sebuah diskusi publik di UIN Sumut, terjadi insiden menghebohkan di mana orang kepercayaan Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi), Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, dikabarkan kena usir. Menurut Yunni Salma selaku Kepala Subbagian Humas dan Informasi UIN Sumut, sebenarnya tidak ada pengusiran terhadap Ali Ngabalin.

Dikutip dari reportase Kompas.com, Senin (25/03/2019), sebelumnya sempat beredar kabar bahwa demonstran mahasiswa telah mengusir Ngabalin dari acara diskusi publik di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara tersebut. Namun hal itu lantas dibantah oleh Yunni Salma. Ia menyebutkan insiden tersebut hanya sebuah kesalahpahaman mahasiswa.

“Tidak ada sebenarnya istilah pengusiran di situ. Yang kita ketahui itu acara dialog publik. Konten materi di dalamnya murni soal kemaritiman, tidak menyinggung sama sekali tentang kampanye politik apa pun. Ini hanya kesalahpahaman berangkali, antara beberapa orang mahasiswa,” ujar Yunni kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (24/03/2019).

Menurut Yunni, acara dialog publik itu difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Acara itu turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pejabat penting pemerintahan.

Di antaranya seperti Sekjend Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemaritiman Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary, serta Rektor UIN Sumut Prof Dr Saidurrahman.

Baca juga: Bermunajat dan Salat Dua Rakaat untuk Andi Arief Sahabatnya, Ngabalin: Tuhan Lindungi Dia

Yunni pun lantas menampik berita yang menyebutkan ada ratusan mahasiswa yang melakukan demonstrasi dan mengusir Ngabalin.

Diungkapkan Yunni, hanya sepuluh orang yang beraksi. Dan demonstrasi terjadi saat acara sudah berlangsung. Ngabalin sendiri disebut sudah berusaha berdialog dengan para mahasiswa yang melakukan protes. Namun pada saat yang bersamaan dia juga harus kembali ke Jakarta. Di sinilah banyak pihak yang menilai bahwa Ngabalin pergi lantaran diusir.

“Saya humas, saya bisa pastikan ini karena berada langsung di lokasi kejadian. Paling kalau saya hitung hanya sepuluh atau berapa gitu, ya. Perlu kami luruskan kembali bahwa UINSU tidak pernah melakukan penolakan apa pun terhadap kedatangan para narasumber, malah kami merasa terhormat dan beruntung sekali terpilih menjadi lokasi kegiatan yang besar tersebut,” papar Yunni menjabarkan.

Lebih lanjut, terkait video pemaparan Ngabalin yang dituding melakukan kampanye salah satu kandidat calon presiden, Yunni juga kembali membantahnya. Dia menuturkan, video itu hanya berisi keberhasilan yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kalau orang memandang positif, sebenarnya tidak ada (kampanye), begitu. Tapi karena ini tahun politik, sensitif, jadi timbul kesalahpahaman. Tapi Insya Allah semuanya sudah kondusif. Mahasiswanya akan kami panggil untuk memberikan konfirmasi dan penjelasan,” imbuh Yunni kemudian.

Bukan diusir

Rektor UIN Sumut Saidurrahman dalam keterangan tertulis milik humas yang dikutip pada Sabtu (23/3/2019) juga menegaskan, tak ada pengusiran di kampusnya kepada Ngabalin dalam dialog yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UIN Sumut di Jalan IAIN Nomor 1 Sutomo Ujung, Medan, pada Kamis (21/03/2019).

Ia menyampaikan hal ini sebagai klarifikasi berkenaan pemberitaan di sejumlah media massa yang mengabarkan adanya pengusiran yang dilakukan sejumlah mahasiswa UIN Sumut dalam agenda dialog publik tersebut.

“Itu tidak benar, beliau bukan diusir mahasiswa. Ngabalin meninggalkan lokasi karena jadwal dan protokol, bukan karena diusir,” ujarnya.

“Ngabalin pulang karena sudah selesai menjadi pembicara. Dia mengejar waktu untuk penerbangan selanjutnya. Saat aksi demo, Ngabalin coba berkomunikasi tetapi tidak mendapat kesempatan. Waktu acara selesai, dia keluar menemui demonstran didampingi Kepala Biro AUPK Tohar Bayoangin dan pejabat lain,” tukasnya lagi.

Ia menyayangkan pemberitaan yang tidak memasukkan butir klarifikasi dari pihak kampus. Selain itu, terdapat juga sejumlah informasi yang diberitakan dengan keliru. Padahal, diketahui, beberapa saat setelah aksi demo, pihak kampus melalui wakil rektor telah menyampaikan klarifikasi.

Ia lantas menambahkan, informasi yang dinilai keliru tersebut antara lain yakni mengenai jumlah mahasiswa yang melakukan aksi tidak mencapai ratusan, hanya sekitar belasan orang.

Tak Ada Politisasi Kampus

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sumut Prof Amroeni Drajat dalam klarifikasinya mengungkapkan, aksi demo mahasiswa didasari dugaan kampanye terselubung yang dikemas dalam dialog publik, atau dugaan politisasi kampus, juga adalah tidak benar.

“Tidak ada politisasi kampus. Kegiatan atau program ini dibuat pada hakikatnya untuk kepentingan pendidikan tinggi dan kepentingan generasi muda untuk siap menghadapi era revolusi industri 4.0. Tujuannya memberikan bekal bagi mahasiswa agar siap bersaing di era global, era digital 4.0, dengan gagasan kedaulatan kemaritiman,” ungkap Drajat.

Kegiatan ini diketahui merupakan program kerja Kominfo RI yang bekerja sama dengan KSP dan UIN Sumut. Dan UIN Sumut merupakan satu dari 100 kampus mitra seluruh Indonesia.

Tema dialog publik ialah “Wawasan Kebangsaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”. Para mahasiswa begitu antusias dan berterima kasih karena banyak peluang yang bisa diakses, seperti kesempatan meraih 20.000 kuota beasiswa pendidikan untuk persiapan SDM di era 4.0. Termasuk juga peluang karier lain dari sarana yang disiapkan pemerintah.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...