Home Berita Elektabilitas Prabowo Tinggi, Juga Besar di Republik Ini

Elektabilitas Prabowo Tinggi, Juga Besar di Republik Ini

0
SHARE

Rakyat Jakarta – JAKARTA ,Elektabilitas Prabowo Subianto diklaim masih sangat tinggi. Karena itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu didorong agar maju lagi sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Dengan modal elektabilitas yang tinggi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon optimistis mantan Komandan Jendral (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu menang di Pilpres 2019.

“Sejauh ini elektabilitas Pak Prabowo termasuk yang tinggi, juga besar di republik ini. Jadi, tentu kami akan mendukung Pak Prabowo sebagai presiden,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/9).

Dia tidak mempersoalkan jika sang petahana Joko Widodo akan maju lagi di pilpres 2019. Sebab, dia yakin, Prabowo bisa bersaing dengan siapa pun termasuk sang petahana.

Bahkan, Fadli optimistis Prabowo akan memenangi kontestasi pilpres 2019 nanti. Menurut dia, saat ini belum masuk masa kampanye.

Ketika masa kampanye nanti, dia yakin Prabowo akan turun ke lapangan dan elektabilitasnya semakin meningkat.

“Pada waktunya nanti kan ada proses kampanye. Sejauh ini kan Pak Prabowo belum turun berkampanye dan masa kampanye juga masih jauh. Lain dengan presiden yang tiap hari ada di media, tiap hari di sana sini,” paparnya.

Soal calon wapres pendamping Prabowo, akan diputuskan tahun depan. Fadli enggan membeberkan siapa calon yang bakal mendampingi Prabowo. “Belum, belum, nanti itu. Saya kira tahun depan,” tegasnya.
Saat ditanya apakah akan menggandeng Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Fadli menuturkan belum ada pembahasan nama.

Sosok yang dipilih juga harus mempunyai chemistry yang sama, memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas.

Yang jelas, kata dia, siapa pun wakilnya nanti, Gerindra sudah memutuskan bahwa Prabowo tetap di posisi calon presiden.

“Dari sisi calon presidennya kami sudah menyepakati Pak Prabowo sebagai capres,” katanya.

Fadli pun menepis anggapan bahwa Prabowo tidak layak menjadi presiden karena sudah berusia tua.

Dia membandingkan usia sejumlah presiden di luar negeri, termasuk Amerika Serikat.

“Donald Trump (Presiden AS) saja lebih tua dari Pak Prabowo, Ronald Reagan menjadi Presiden Amerika umur 71 tahun. Ya, jadi bukan persoalan usia,” katanya.

Terpenting, lanjut Fadli, adalah sosok itu mempunyai kapabilitas dan energi yang paling kuat untuk memajukan Indonesia.

“Indonesia ini butuh orang yang kuat menjadi pemimpin nasional dan inspiratif. Kalau tidak, kita buang-buang waktu saja,” pungkasnya. [jpnn]

Loading...