Home Politik Dinyinyiri Caleg NasDem Soal Perolehan Suara, Jamaah Masjid Ramai-Ramai Kembalikan Bantuan

Dinyinyiri Caleg NasDem Soal Perolehan Suara, Jamaah Masjid Ramai-Ramai Kembalikan Bantuan

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Jamaah masjid di Kelurahan Tomalou, Kota Tidore, Kepulauan Maluku Utara, tiba-tiba saja beramai-ramai mengembalikan seluruh bantuan, berupa karpet dan jam duduk besar, yang diberikan oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Ahmad Hatari, pada Jumat (19/4) lalu.

Peristiwa tersebut, seperti yang dirangkum dari laman Kompas.com pada Jumat (19/4/2019), terjadi lantaran warga dibuat sakit hati atas sambutan yang dibawakan Ahmad Hatari usai menjalankan salat Jumat.

Ternyata dalam sambutannya Ahmad Hatari menyinggung masalah sumbangan yang selama ini ia wakafkan rupanya tak diimbangi dengan timbal balik seperti yang diharapkan. Karena caleg dari Partai NasDem ini hanya meraup sebanyak 700 suara dalam gelaran Pemilu Serentak 2019, Rabu (17/4) lalu.

Sontak saja pernyataan pedas yang dilontarkan Ahmad Hatari yang tercatat masih merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara ini membuat kemarahan warga memuncak.

“Jemaah yang ikut salat Jumat itu terbawa amarah yang tidak bisa dibendung lagi. Mereka langsung berteriak Ahmad Hatari agar keluar dari masjid dan meninggalkan Kelurahan Tomalou,” ujar salah seorang warga bernama Saiful.

Baca Juga: Bantah untuk Serangan Fajar, Caleg Ini Jelaskan Uang Rp 1 Miliar yang Diamankan Polisi

“Karena di tempat ibadah ini Ahmad Hatari menyinggung soal bantuan di Masjid Tomalou. Dari bantuan itu, kata Ahmad Hataro sudah diberikan, namun suara yang ia dapat di Kelurahan Tomalou tidak signifikan,” imbuhnya.

“Berdasarkan informasi bahwa Ahmad Hatari tidak puas karena mendapat 700 suara di Tomalou. Dia juga sempat menyentil beberapa calon legislatif yang mendapat suara signifikan di Tomalou, padahal kata dia, tidak memberikan bantuan ke Tomalou,” jelasnya lebih lanjut.

Gara-gara berhadapan dengan warga yang penuh kemarahan lantaran tak terima dengan isi sambutannya, Ahmad Hatari pun langsung melangkah keluar dari masjid dan bergegas meninggalkan kelurahan tersebut.

Warga pun mengeluarkan seluruh bantuan dari Ahmad Hatari yang ada di dalam masjid, berupa karpet dan lain sebagainya. Awalnya mereka berniat mengembalikan barang-barang tersebut ke Kelurahan Gurabati yang merupakan tempat asal si caleg.

Namun warga Kelurahan Gurabati juga menolak barang tersebut. Akhirnya warga dari kedua kelurahan tersebut terlibat adu mulut bahkan sampai terjadi saling lempar menggunakan batu. Beruntung anggota Polres Tikep dibanti BKO Brimob datang dan segera mengamankan situasi.

Ketika dimintai konfirmasi, Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Doly Heriyadi mengungkapkan, situasi di kedua kelurahan yang terlibat berseteruan tersebut sudah kembali aman dan kondusif. Namun beberapa personel masih berjaga dan berpatroli untuk mengantisipasi meluasnya insiden tersebut.

“Untuk saat ini situasi sudah aman dan terkendali, normal seperti biasa,” tutur Doly. “Anggota polres masih melakukan penjagaan dan patrol dialogis di kedua kelurahan memastikan kejadian tidak berkembang,” imbuh kapolres.
suratkabar.id

Loading...
Loading...