Home Politik Diluar Dugaan! Ini Alasan PBNU Bisa Tahu Cuitan ‘Organisasi Sesat’ Padahal Sudah...

Diluar Dugaan! Ini Alasan PBNU Bisa Tahu Cuitan ‘Organisasi Sesat’ Padahal Sudah Dihapus Dubes Saudi

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan protes keras terkait cuitan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi lantaran menyinggung Reuni Akbar 212 dan mengaitkannya dengan peristiwa pembakaran bendera HTI beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, muncul satu pertanyaan. Bagaimana caranya PBNU bisa mengetahui keberadaan twett tersebut? Pasalnya, unggahan yang dimaksud sudah dihapus dari akun diduga kepunyaan Dubes Saudi Osama bin Mohammed.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Masduki Baidlowi, seperti dilansir dari Detik.com pada Kamis (6/12/2018), mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tim siber yang bertugas untuk memantau isu tentang Islam di media sosial.

“Kami sebenarnya ada tim siber juga,” tutur Masduli Baidlowi ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, pada Selasa (4/12) malam.

Masduki mengungkapkan bahwa tim siber tersebut terus bekerja. Mereka bekerja untuk menyebarkan Islam yang ramah kepada seluruh masyarakat luas. Tak hanya itu, tim khusus ini juga bertugas terus memantau isu-isu yang digunakan pihak tak bertanggung jawab untuk mengadu domba antar-Muslim.

Baca Juga: Dituding Sesat dan Menyimpang, GP Ansor Berang Keluarkan ‘Ancaman’ pada Dubes Saudi

“Tim siber yang terus bekerja. Dan kami tidak mau kalau dikuyu-kuyu, diadu domba, kami tidak mau seperti itu. Tapi semua, saudara kami yang Muslim, kami tidak mau diadu domba. Intinya itu,” ujar Masduki dengan tegas.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tim sibernya juga mendapat tugas untuk menelusuri siapa saja orang yang bermain isu-isu tersebut. Bahkan tak berhenti sampai di situ. Tim siber, dijelaskan Masduki, terus melalukan penelusuran hingga ke sumber penyebar isu, termasuk akun yang menyebarkan hoax.

“Kami juga tahu dari mana sumber-sumber yang suka bikin hoax, misalnya. Siapa yang lakukan serangan ke PBNU, itu kami mencari tahu,” imbuh Masduki lebih lanjut.

PBNU sendiri menilai tweet yang diunggah Dubes Saudi untuk Indonesia bisa masuk dalam kategori pelanggaran keras diplomatik. Lantaran hal tersebut dinilai bisa dikategorikan sebagai tindakan mencampuri urusan negara lain.

Dalam jumpa pers sebelumnya, PBNU telah meminta kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyampaikan nota pada Pemerintah Saudi berisi permohonan agar Dubes Saudi dipulangkan Hal tersebut sebagai sanksi atas tindakan gegabah yang disebut mencampuri urusan politik Indonesia.

Selain itu, PBNU juga meminta Dubes Saudi untuk memberikan klarifikasi terkait cuitan tersebut. Masduki menegaskan, jika hal ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan ke depannya semakin banyak beredar isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

“Orang bilang ini kan zamannya post-truth ya, zaman pasca-kebenaran, katanya. Jadi yang ada bukan kebenaran, tapi yang benar adalah opini di media sosial. Opininya pakai cyber army lagi,” tutur Masduki kemudian.

Ia mengaku, sebenarnya PBNU tidak memiliki masalah dengan Reuni 212 yang diselenggarakan pada Minggu (2/12) lalu. Masduki menilai, cuitan Dubes Saudi seolah telah membenturkan PBNU dengan massa yang menghadiri Reuni Akbar 212.

“Bukan, ini sebenarnya bukan soal kebakaran jenggot. Tapi ini ada urusan 212, tapi itu adalah urusan 212 kan juga urusan orang bereuni. Tidak ada urusan dengan PBNU. Nggak ada hubungan dengan PBNU. Karena yang ikut reuni itu juga ada umat Islam yang mungkin ada sebagian juga orang PBNU juga,” ujarnya.

“Loh kenapa itu dihubungkan dan dibenturkan. Ada orang nge-tweet yang seolah dibenturkan antara orang 212 dengan PBNU. Apa hubungannya? Kan nggak benar itu orang yang menghubung-hubungkan seperti itu.

“Dan yang nge-tweet itu justru orang asing. Kemudian kebetulan juga seorang diplomat. Lantas, banyak orang yang lantas ‘Ini kenapa kita diadu domba sama orang asing?’. Begitu akhirnya, kan nggak benar seperti itu,” jelas Masduki panjang lebar.

Diberitakan sebelumnya, selain PBNU, GP Ansor juga melayangkan protes atas cuitan Dubes Saudi. GP Ansor mengirimkan surat ke Kemenlu yang berisi permohonan agar DUbes Saudi memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Pihak Kementerian Luar Negeri sendiri menyesalkan cuitan Dubes Saudi. Kemlu menilai substansi pernyataan Dubes Saudi tidak pada tempatnya. Menurut Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, cara Dubes Saudi menyampaikan pernyataannya tak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik.

“Menyesalkan pernyataan dalam sosmed Dubes Saudi. Substansi pernyataan sosmed Dubes Saudi tidak tepat. Secara etika, penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam sosmed Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik,” ujar Arrmanatha melalui pesan singkat, Selasa (4/12).

Arrmanantha juga mengatakan pihaknya telah memanggil Wakil Dubes Saudi pada Senin (3/12). Pasalnya Dubes Saudi sendiri tengah berada di laur negeri. Tata, sapaan Arrmanantha mengungkapkan Kemlu sudah mengambil langkah sebelum PBNU dan GP Ansor melayangkan protes.

“Pimpinan perwakilan tertinggi juga tidak ada Dubes di tempat adalah kuasa usaha semebtara dalam hal ini Wakil Dubes. Dubes saat ini ada di luar negeri,” jelas Tata.
suratkabar.id

Loading...
Loading...