Home Politik Demokrat Keluar Koalisi? Elite Demokrat Tak Satu Suara

Demokrat Keluar Koalisi? Elite Demokrat Tak Satu Suara

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Usai Pilpres 2019, koalisi pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dikabarkan pecah. Partai Demokrat kerap diisukan merapat ke kubu Joko Widodo (Jokowi). Para Elite partai berlambang mercy itu pun sering tak selaras.

Beberapa kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memberikan pernyataan yang berbeda-beda.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan jika pihaknya merasa sudah tidak lagi bersama-sama dengan kubu Prabowo.

“Bagi kami, kami merasa tidak berkoalisi lagi dengan 02 saat ini. Kami sudah merasa tidak berkoalisi dengan 02. Kami sudah merasa tidak bersama-sama lagi dengan 02,” katanya, Sabtu (8/6/2019), dikutip dari detik.com.

Bebeda dengan Ferdinand, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan menyatakan jika partainya masih masuk dalam koalisi pendukung Prabowo.

“Posisi partai partai politik koalisi pendukung paslon 02 menuntaskan perjuangan itu di MK. Mari kita ikuti dan lakoni bersama sampai selesai. Itulah esensinya berkoalisi dan PD setia berada di jalur itu,” ujar Hinca saat dihubungi, Senin (10/6/2019), dikutip dari jawapos.com.

Meski demikian, Hinca berpendapat bahwa pihak yang tengah bertanding mestinya harus bersalaman setelah pertandingan usai. “Sekeras apapun pertandingan, ketika waktu sudah berakhir dan pluit sudah ditiupkan tanda pertandingan berakhir bersalaman adalah kewajiban,” katanya.

Sementara itu, Sandiaga Uno ingin berbaik sangka atas langkah yang akan ditempuh oleh Demokrat.

“Saya sampaikan sekarang meyakini bahwa Demokrat masih solid di koalisi di Indonesia Adil Makmur dan sampai nanti Pak AHY atau Pak SBY menyampaikan kepada Pak Prabowo dan saya resmi dan kita berbaik sangka saja, berhusnuzan,” kata Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulo Bangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019), dikutip dari detik.com.

Menurut Sandiaga, sikap resmi dari Demokrat akan dilihatnya dari pemimpin tertingginya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengatakan jika pernyataan yang bersumber dari beberapa elite politik hanya sebagai bumbu belaka.

“Pernyataan-pernyataan lainnya itu ya tentunya bumbu-bumbu politik, dinamika politik yang kita harus terima sebagai realitas berpolitik. Tapi keputusan akhir kan ada di Pak SBY dan AHY, kita tunggu keputusannya,” ujarnya.
suratkabar.id

Loading...
Loading...