Home Politik Danai Ekspansi, Bank Mandiri Akan Terbitkan Surat Utang Rp 40 Triliun

Danai Ekspansi, Bank Mandiri Akan Terbitkan Surat Utang Rp 40 Triliun

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Penggalangan dana pihak ketiga secara non kovensional kini tengah diupayakan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Selain melalui tabungan dan giro, deposito di tahun 2019 ini disediakan senilai Rp 40 triliun, dengan denominasi Rupiah dan dollar AS. Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan menyebutkan, dana dalam denominasi dollar AS mencapai 2 miliar dollar AS.

Rencananya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini akan mencari pendanaan non konvensional hingga US$2 miliar. Dana ini didapatkan dari penerbitan obligasi, negotiable certificate deposit (NCD) dan pinjaman bilateral. Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan rencana tersebut sudah masuk dalam rencana bisnis Bank Mandiri untuk dukung ekspansi.

“Di dalam rencana bisnis kita sudah masuk untuk dapat menerbitkan dalam denominasi dollar AS baik itu melalui penerbitan obligasi, NCD, MTN, atau bilateral loan,” kata Panji saat memberikan penjelasan kepada awak media di kantornya, Senin (07/01/2019). Demikian dilansir dari laporan Kompas.com, Selasa (08/01/2019).

Sementara itu Panji juga menyebutkan, untuk denominasi Rupiah, Bank Mandiri juga akan melakukan penggalangan dengan skema serupa dengan nilai Rp 10 triliun.

“Jadi, kombinasi dari dua yang tadi, Rp 10 triliun dan 2 miliar dollar AS kurang lebih jadi hampir Rp 40 triliun,” ungkapnya.

Baca juga: Ma’ruf Amin Sebut Kemiskinan Tak Bisa Diukur dari Tipis Tebalnya Tempe

Nantinya, dana itu akan digunakan dalam rencana ekspansi Bank Mandiri dan sudah masuk dalam rencana bisnis bank pelat merah tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 10 persen tahun ini, di luar dari pendanaan konvensional.

Sebab pasalnya, di tahun 2018 lalu pertumbuhan DPK mandiri hanya di kisaran 8 persen saat pertumbuhan kredit berada di kisaran 12 persen.

Tantangan Likuiditas

Ia juga menambahkan, likuiditas masih menjadi tantangan yang dihadapi perbankan Indonesia. Likuiditas tahun 2018 cukup menantang di mana DPK tumbuh hanya 8%.

“Jadi memang pertumbuhan DPK melambat sehingga LDR meningkat, ini karena outflow di dollar AS funding di valas membuat peredaran uang dalam negeri turun,” terang Kartika, melansir CNBCIndonesia.com.

Dia juga menggarisbawahi tantangan perbankan Indonesia di tahun 2019 yang masih harus menghadapi kondisi seretnya likuiditas.

Kendati begitu, dia yakin kondisi likuiditas berangsur akan membaik. Sebab pada tiga hari pertama perdagangan di bursa, Rupiah mengalami tren penguatan. Selain itu, dana valas mulai masuk.

“2019 kami yakini portfolio inflows terjadi. Hari ini penguatan Rupiah, inflow di ekuitas 2-3 hari pertama perdagangan saham, akan ada tren reversal (pembalikan dana) dari DPK valas,” ujar Kartika.
suratkabar.id

Loading...
Loading...