Home Politik Boyolali Dicela Prabowo, Siapa Sangka Kondisi Ekonominya Bikin Melongo

Boyolali Dicela Prabowo, Siapa Sangka Kondisi Ekonominya Bikin Melongo

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Beberapa hari terakhir, Boyolali menjadi perhatian sejak pidato calon presiden Prabowo Subianto yang menyinggung masalah ‘tampang Boyolali’ viral di media sosial. Karena ungkapan tersebut, daerah yang terletak di kaki Gunung Merapi dan Merbabu ini ramai diperbincangkan.

Meski sebagian besar menganggap pidato capres nomor urut 02 tersebut murni lelucon, tidak sedikit warga Boyolali mengaku kecewa. Namun terlepas dari ungkapan kontroversial Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, sebenarnya seperti apa kondisi ekonomi Boyolali sendiri?

Dilansir dari laman Detik.com pada Rabu (7/11/2018), Kabupaten Boyolali di bawah kepemimpinan Bupati Seno Samudro mencanangkan program ‘Boyolali Pro Investasi’. Program tersebut mengedepankan lima sektor potensi dan peluang.

Kelima sektor tersebut adalah industri, peternakan dan perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, dan sektor infrastruktur. Dengan sektor-sektor tersebut, Boyolali sukses membuktikan dirinya bisa bergerak maju dengan cukup pesat.

Boyolali sendiri memiliki salah satu produk unggulan yang tak hanya populer di dalam negeri saja, namun sudah diekspor sampai ke luar negeri. Mulai dari Australia, Maroko, Amerika Serikat (AS), hingga beberapa negara di Eropa.

Baca Juga: Minta Maaf Soal ‘Tampang Boyolali’, Seperti Inilah Klarifikasi Prabowo

Adapun produksi khas Boyolali yang sudah merebut pasar internasional adalah kerajinan tembaga dan aluminium. Keahlian ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh warga Desa Tumang, Cepogo, Kembangkuning, Cabeyan Kunti, Kecamatan Cepogo.

Di bidang pangan, seperti dilansir Detik dari laman resmi Kabupaten Boyolali,  daerah yang dipimpin Seno Samudro ini dikenal sebagai daerah penghasil aneka olahan dari bahan ikan lele. Mulai dari abon, keripik kulit, keripik sirip, hingga rambak, semua diolah dari lele.

Setiap hari, pengolahan ikan lele di Kecamatan Sawit dan Teras memproduksi 42 ton ikan lele. Semua hasil produksi tersebut sudah dipasarkan ke luar daerah Boyolali. Seperti Jakarta, Surabaya, Batam, Surakarta, dan juga Salatiga.

Meski dijadikan bahan guyonan, siapa yang menyangka Boyolali merupakan salah satu tujuan investasi di Jawa. Menurut informasi dari Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM), sejak Januari hingga September 2018, Boyolali menerima investasi hingga US$ 1,90 juta.

Dari total US$ 1,90 juta, sebesar US$ 1,75 juta masuk di sektor peternakan dengan jumlah satu proyek serta tenaga kerja Indonesia sebanyak 68 orang. Sementara sisanya, US$ 150,5 ribu masuk ke industri makanan, tekstil, peternakan, serta perdagangan dan reparasi.

Pertumbuhan Rata-Rata Ekonomi Boyolali

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali rata-rata selalu di atas angka 5 persen. Sementara untuk angka deflasi Kabupaten Boyolali berada di abwah 1 persen.

Di tahun 2011, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Boyolali tercatat sebesar 6,34 persen. Lalu pada 2012 tercatat berada di angka 5,33 persen. Tahun 2013 sebesar 5,83 persen, pada 2014 5,42 persen, tahun 2015 sebesar 5,91 persen, dan tahun 2016 sebesar 5,27 persen.
suratkabar.id

Loading...
Loading...