Home Politik Bantah Cawapres Tak Pengaruhi Elektabilitas, Jubir BPN Tanggapi Begini

Bantah Cawapres Tak Pengaruhi Elektabilitas, Jubir BPN Tanggapi Begini

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Masih ada waktu sekitar enam bulan hingga pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Bulan Mei nanti. Artinya, masih ada waktu setengah tahun bagi kedua pasangan calon (paslon) untuk menambah elektabilitasnya.

Menurut penilaian Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Conslulting (SMRC), kehadiran calon wakil presiden (cawapres), baik di kubu pejawat Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, belum memberikan efek elektoral yang signifikan. Fakta ini diketahui dari hasil survei SMRC di awal September lalu.

“Dua pasangan, dengan atau tanpa cawapres, dukungan tidak berubah banyak,” kata dia di Kantor SMRC, Cikini, Jakarra Pusat, Minggu (07/10/2018), dilansir dari laporan Republika.co.id, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, dampak elektoral cawapres belum begitu berpengaruh. Ini dikarenakan survei baru dilakukan pada 7-14 September 2018. Saat itu, paslon belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lagipula, masa kampanye pun belum dimulai.

Sebelumnya, hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas paslon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin masih memimpin dalam kontestasi Pemilihan Umun Presiden (Pilpres) 2019. Elektabilitas yang dimiliki paslon tersebut tercatat sebesar 60,4 persen.

Baca juga: Timses Jokowi Sebut Indonesialeaks Bagian dari Drama Ratna Sarumpaet

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya meraih elektabilitas 29,8 persen. Adapun sebanyak 9,8 persen pemilih belum menentukan suaranya.

Diingatkan oleh Djayadi, jangan sampai kehadiran cawapres menimbulkan dampak negatif pada elektoral pasangan. Ia juga menyampaikan himbauan khusus untuk kubu Jokowi-Ma’ruf, bahwa cawapres bukan hanya bertugas untuk menjaga elektabilitas. Lebih dari itu, seharusnya kehadiran Ma’ruf dapat menaikkan elektabilitas.

Sementara itu, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sandiaga di kubu oposisi. Pasalnya, kehadiran sosok Sandiaga diharapkan mampu menambah elektabilitas Prabowo.

“Karena itu perlu untuk menggoyang swing voter. Dalam konteks ini peran cawapres belum berpengaruh. Entah karena tidak ada pengaruh atau karena waktu, akan kita uji,” tukasnya menerangkan.

Ia menambahkan, masih ada waktu sekitar enam bulan bagi kedua pasangan untuk menambah elektabilitasnya masing-masing. Pasalnya, akan ada banyak hal yang kelak berpengaruh pada pilihan masyarakat dalam menentukan pemimpinnya.

Untuk survei SMRC sendiri, dilakukan dengan menggunakan metodologi teknik pengambilan sampel acak bertingkat dengan 1.220 responden. Sebanyak 1.074 responden dapat diwawancarai secara valid. Margin of error dari survei ini yakni sekitar 3,05 persen.

Peluang untuk Prabowo

Lebih lanjut Djayadi menuturkan, masih banyak peluang bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membalikkan keadaan. Menurutnya, ada empat hal yang bisa mengubah suara dalam jumlah besar.

Empat hal tersebut yakni kondisi politik, ekonomi, hukum, dan keamanan. Djayadi mengungkapkan, empat hal itu merupakan faktor fundamental yang bisa mengubah peta suara dalam jangka waktu lama.

Itulah sebabnya, menurut dia, tak ada jaminan elektabilitas tinggi yang diraih pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin akan bertahan hingga hari pencoblosan.

“Satu, pilpres masih lama, dan banyak faktor yang bisa memengaruhi,” ujarnya.

Di antara empat sektor fundamental, ekonomi merupakan hal yang paling disorot dari pemerintahan Jokowi. Berdasarkan survei SMRC, 22 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi saat ini jauh dan/atau lebih buruk dari tahun lalu. Sedangkan sebesar 29,3 persen menyatakan tak ada perubahan. Ada pun 41,8 persen lainnya menyatakan lebih dan/atau jauh lebih baik.

Kendati demikian, kinerja Jokowi selama menjabat sebagai presiden mendapatkan nilai baik di masyarakat. Sebanyak 9,7 persen menyatakan sangat puas, 63,7 persen cukup puas, 22,6 persen kurang puas, dan 2,8 persen tak puas sama sekali.

Bantahan Jubir BPN

Terpisah, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah anggapan bahwa cawapres tak memengaruhi elektabilitas capres. Juru Bicara BPN Viva Yoga Mauladi menuturkan, cawapres memiliki efek elektoral yang signifikan untuk pasangan calon.

Ia mengatakan, survei SMRC dilakukan sebelum penetapan pasangan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Oleh sebab itu, efek elektoral cawapres tidak berpengaruh banyak.

“Waktu dilakukan survei dilakukan pada 7-14 September, sementara penetapan pasangan pada 20 September. Wajar belum ada pengaruh signifikan,” sebutnya.

Juru Bicara BPN Viva Yoga Mauladi mengingatkan, di antara dua pasangan calon, penentuan cawapres ditetapkan dengan drama dan kejutan. Hal itu menandakan, calon presiden, baik Prabowo maupun Jokowi, sangat memperhatikan kualitas cawapresnya.

Menurutnya, salah satu pertimbangan pemilihan cawapres tak lain yakni memiliki elektabilitas yang tinggi. Apalagi, setelah ditetapkan KPU, cawapres banyak mengadakan safari keliling menemui warga.

“Coba disurvei lagi, pasti akan ada perubahan. Menurut kami, posisi cawapres ada pengaruh elektoral,” tandas Viva Yoga.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...