Home Politik AHY Tinggalkan Ruang Debat Usai Prabowo Ungkit Kesalahan Presiden Sebelum Jokowi

AHY Tinggalkan Ruang Debat Usai Prabowo Ungkit Kesalahan Presiden Sebelum Jokowi

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Setelah mendengar Prabowo Subianto mengkritik ekonomi Indonesia yang menurutnya imbas dari kesalahan presiden sebelum Jokowi, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) langsung keluar dari ruangan debat kelima Pilpres 2019, semalam, Sabtu (13/04/2019).

Dikutip dari OkeZone.com, Minggu (14/04/2019), Prabowo menyatakan kesalahan ekonomi di Indonesia sudah terjadi sejak sebelum era Presiden Jokowi dalam debat semalam, Sabtu (13/04/2019) malam. Menurutnya, kesalahan itu selalu dibiarkan sejak sebelum Jokowi menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Jadi, kembali lagi, saya terus terang tidak menyalahkan Pak Jokowi. Saya tidak menyalahkan Bapak, ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener. Itu pendapat saya,” tutur Prabowo dalam debat pilpres di Hotel Sultan, Jakarta.

Dan setelah Prabowo menyatakan hal itu, Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan putra sulung mantan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat keluar dari ruangan.

Namun bukan walk out, AHY mengaku hanya keluar untuk ke kamar kecil.

Baca juga: AHY: Pemilu Tahun Ini Tidak Menguntungkan Bagi Partai Demokrat

“Tidak, tidak pulang,” sebutnya.

Insiden Walk Out dan Teriakan Keluar dari Koalisi

Melansir Medan.TribunNews.com, Prabowo yang tak menyalahkan Jokowi atas perekonomian Indonesia cenderung menyindir SBY yang menyebabkan prekonomian Indonesia jadi salah arah.

Mendengar ucapan Prabowo, pengurus dan kader, seperti Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bidang Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahean, melakukan walk out dan langsung meninggalkan ruangan debat Pilpres 2019 sebelum acara selesai.

Selain itu, seorang kader Partai Demokrat juga meninggalkan lokasi debat sembari berteriak hendak keluar dari koalisi. Lelaki berkemeja biru itu bersuara lantang dan meneriakkan Partai Demokrat akan keluar dari koalisi Prabowo-Sandiaga.

“Bilang Pak AHY kita keluar dari koalisi. Aku Ardy Mbalembout. Kita keluar dari koalisi. Saya Sekretaris Divisi Advokasi Partai Demokrat,” sahutnya di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/04/2019).

Pemimpin Terdahulu Wajib Diapresiasi

Lebih lanjut mengenai pernyataan Prabowo yang kontroversial itu, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan tanggapannya. Menanggapi ucapan Prabowo yang menyalahkan Presiden sebelum Jokowi yang dinilainya salah dalam mengelola perekonomian negara, AHY mengatakan bahwa setiap pemimpin pasti punya capaiannya tersendiri, baik itu sisi positif maupun negatif.

“Setiap generasi kepemimpinan itu pasti telah melakukan berbagai capaian di bidang ekonomi, politik, keamanan, kesejahteraan rakyat, dan lain sebagainya. Tentu ada perubahan yang dilakukan dari satu Presiden ke Presiden lain,” kata AHY, Sabtu (13/04/2019), menukil Jakarta.TribunNews.com.

“Yang sudah baik lanjutkan, yang belum baik perbaiki,” tambah AHY kemudian.

Ia pun menegaskan bahwa terlepas dari apapun itu kekurangannya, capaian setiap pemimpin dari generasi ke generasi patut diapresiasi. Terlebih lagi jika pencapaian yang diraih oleh pemimpin terdahulu itu memang terasa manfaatnya bagi masyarakat.

“Setiap yang telah dilakukan oleh pemimpin generasi pendahulu wajib diapresiasi,” tegasnya seusai mengikuti debat Pilpres yang kelima di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Tak Akan Keluar dari Koalisi

Lebih lanjut, dilansir dari Kumparan.com, pernyataan Prabowo itu juga mendapat respon negatif pengurus Demokrat, salah satunya Wasekjen Rachland Nashidik. Namun Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pernyataan Prabowo itu dengan mengajak semua pihak untuk melihat permasalahan dengan jernih.

“Saya rasa kita harus melihat semuanya secara objektif,” ujar AHY di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/04/2019).

AHY enggan menanggapi lebih lanjut soal pernyataan Prabowo itu. Namun, ia menilai apa pun yang sudah dilakukan pemimpin sebelumnya harusnya dihargai.

“Yang jelas, bagi saya setiap yang telah dilakukan generasi pendahulunya itu wajib diapresiasi. Segala yang baik apalagi kalau itu memang terasa. Artinya yang sebaiknya kita inginkan adalah para pemimpin yang terus menghargai pemimpin sebelumnya dengan semangat lebih baik dari pemimpin sebelumnya,” tandasnya kemudian.

Namun, AHY memastikan Demokrat akan tetap berada dalam koalisi Prabowo-Sandiaga. Ia menyebutkan waktu pencoblosan hanya tinggal beberapa hari lagi. Sehingga taak mungkin partainya keluar dari koalisi.

“Tidak mungkinlah kami keluar dari koalisi. Besok 3 hari lagi tinggal pemungutan suara. Jadi teman-teman media tak perlu terlalu membuat suasana sepertinya panas, koalisi tidak utuh, koalisi tidak solid. Kami solid dan utuh,” demikian AHY menekankan.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...