Home Politik AHY Bukan Harga Mati Cawapres Demokrat, PKS: Kami Tentu Gembira

AHY Bukan Harga Mati Cawapres Demokrat, PKS: Kami Tentu Gembira

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan partainya masih mencoba menjajaki kemungkinan terbentuknya poros ketiga. Dari penjajakan tersebut, dia tak menampik di lingkup internal PD pun ada kader potensial yang mumpuni untuk diusung sebagai cawapres.

Dilansir dari Detik.com, dia mengungkapkan PD tak ‘ngotot’ terhadap posisi cawapres itu. Meski begitu, kader PD di seluruh Indonesia berharap ada kadernya yang menjadi cawapres.

“Meskipun ini bukan harga mati, tapi saya mengetahui bahwa kader PD di seluruh Indonesia punya harapan tinggi agar cawapresnya dari kader terbaik PD,” ujar Presiden RI ke-6 tersebut.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan partainya gembira atas pernyataan SBY terkait usulan AHY sebagai cawapres di Pilpres 2019 bukan harga mati.

Baca Juga: PKS Siap Terima Ahok jadi Kader, Asal …

Menurutnya, Demokrat sudah sadar bahwa kepentingan bangsa lebih tinggi dari kepentingan politik partai.

“Kami tentu gembira. Karena itu pernyataan yang sangat bijak. Karena sekarang sudah mulai sadar menempatkan Indonesia di atas segala-galanya,” jawab Mardani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Mardani menduga langkah Demokrat menurunkan daya tawar AHY terkait dengan perekonomian bangsa yang saat ini terpuruk. Ia menyebut keterpurukan perekonomian terlihat dari melemahnya nilai tukar rupaih.

Tak hanya itu, Mardani menyebut pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla banyak mengeluarkan kebijakan ‘tambal sulam’ untuk pencitraan. Kebijakan ‘tambal sulam’ yang dimaksud adalah menggunakan utang luar negeri untuk membuat kebijakan di dalam negeri.

“Kami menilai bahwa ayo semua partai kita pikirkan Indonesia. Gabung bersama (PKS) untuk membangun Indonesia dalam kompetisi yang fair dan demokratis yang dewasa,” ajaknya.

Terakhir, SBY juga menyampaikan partainya juga sedang melakukan pendekatan dengan beberapa sosok capres yang disebutnya potensial. Loading…
suratkabar.id

Loading...
Loading...