Home Politik Acungkan Dua Jari Saat Hadiri Acara Gerindra, Anies Baswedan Terancam Bui 3...

Acungkan Dua Jari Saat Hadiri Acara Gerindra, Anies Baswedan Terancam Bui 3 Tahun

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terancam sanksi pidana pemilu. Pasalnya, saat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra, ia mengacungkan jari. Anies telah memberikan klarifikasi pada Bawaslu terkait hal tersebut.

Anies, seperti yang dilansir dari laman Republika.co.id pada Senin (7/1/2019), mendatangi kantor Bawaslu RI di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (7/1). Kedatangannya untuk emmenuhi panggilan Bawaslu Kabupaten Bogor atas kasus dugaan pelanggaran pemilu.

Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo menilai, pemeriksaan terhadap Anies tersebut dalam rangka pelimpahan penanganan kasus.

“Jadi pemeriksaan itu dilakukan di kantor Bawaslu RI atas permintaan terlapor (Anies Baswedan) karena beliau tentu punya kesibukan dan sebagainya. Kami memfasilitasi tempat karena kesibukan beliau. Bisanya memberikan keterangan di sini,” tutur Ratna, Senin (7/1) kemarin.

Namun demikian, pihak yang mengeluarkan klarifikasi pada Senin adalah Bawaslu Kabupaten Bogor. Bawaslu telah menelusuri apakah tindakan yang dilakukan Anies bisa dimasukkan dalam pelanggaran atau tidak.

Baca Juga: Ruhut Sitompul: Terus Terang Prabowo Itu Bohong

“Sesuai laporan, kami dalami perbuatan yang dilaporkan karena dianggap menguntungkan/merugikan salah satu paslon karena mengacungkan dua jari pada konferensi nasional. Itu harus dibuktikan karena Pasal 281 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 membolehkan melibatkan gubernur, bupati, dengan dua syarat, yakni cuti di luar tanggungan negara dan tidak menggunakan fasilitas negara,” jelasnya kemudian.

Ditemui terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap Anies berlangsung selama 2 jam. “Poin klarifikasinya adalah dugaan pelanggaran Pasal 547 sanksi pidana terkait perbuatan menguntungkan atau merugikan salah satu pihak. Yang dilaporkan itu mengacungkan jari yang dianggap sebagai simbol,” ungkap Irvan.

Adapun Pasal 574 Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 berisi, pejabat negara yang dengan sengaja membuat/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp 36 juta.

Sebelumnya diberitakan, Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Bawaslu. Anies diduga telah melakukan pelanggaran kampanye saat hari kerja ketika menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra beberapa waktu lalu.

Juwu Bicara GNR Agung Wibowo Hadi mengungkapkan, kehadirannya ke Bawaslu adalah untuk melaporkan Anies atas dugaan berkampanye dengan cara mengacungkan dua jari. Dua jari sendiri seperti yang diketahui merupakan simbol bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Setelah membaca UU Pemilu, kami melihat Anies diduga melanggar UU Nomor 7 Pasal 281 Ayat 1 di mana pejabat publik harus cuti saat kampanye. Sementara tindakan Anies dilakukan di hari kerja,” jelas Agung ditemui di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat pada 18 Desember lalu.

Menurut Agung, sesuai dengan Pasal 281, kampanye pemilu yang mengikutsertakan presiden, wakil presiden, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota harus memenuhi beberapa ketentuan.

Ketentuan pertama adalah, tak boleh menggunakan fasilitas dalam jabatannya. Kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara, seperti yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Kedua, harus menjalani cuti di luar tanggungan negara.

Dan ketentuan ketiga, cuti serta jadwal cuti dilaksanakan dengan memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Oleh karena itu, GNR meminta Bawaslu menjatuhkan sanksi tegas kepada Anies.

“Harus ada sanksi untuk Anies karena sudah jelas diduga berkampanye di waktu hari kerja,” tandas Agung dengan tegas.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.idJika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?

Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.


suratkabar.id

Loading...
Loading...