Home Politik 80 Ribu Orang Telah Mendukung Petisi Pencabutan Status WNI Habib Rizieq

80 Ribu Orang Telah Mendukung Petisi Pencabutan Status WNI Habib Rizieq

0
SHARE

RAKYAT JAKARTAJagat internet dihebohkan atas munculnya petisi yang menuntut pencabutan status Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia. Petisi bertajuk “Cabut Status WNI Rizieq Shihab” di situs change.org telah ditandatangani oleh lebih dari 80 ribu netizen per Minggu siang (9/6/2019).

“Saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk menandatangani Petisi ini sebanyak-banyaknya agar didengarkan oleh pemerintah,” kata akun 7inta Putih ketika membuat petisi 17 Mei lalu.

Petisi itu mentargetkan 150 ribu tanda tangan dari warganet. “Jika kita hanya berteriak Bubarkan FPI, saya rasa belum cukup, karena Rizieq Shihab pasti akan membentuk ormas lainnya dengan nama yang berbeda, namun berperilaku sama,” seperti dikutip dari deskripsi petisi itu.

Seperti diwartakan cnnindonesia.com, petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta tiga menterinya yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, dan Menko Polhukam Wiranto.

Sementara itu, Front Pembela Islam (FPI) melalui Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan jika pihaknya tidak terlalu menanggapi petisi tersebut.

“Siapapun bisa buat petisi online, orang yang nggak jelas pun asal bisa, asal bisa ngetik dan main gadget. Bahkan anak SD juga bisa,” kata Munarman, Jumat (7/6/2019), dikutip dari detik.com.

Lebih lanjut, Munarman menyebutkan jika ada unsur fitnah dalam pengantar petisi tersebut. “Pengantar petisi jelas-jelas fitnah menyatakan HRS berafiliasi dengan ISIS. Semua orang yang mengerti tentang mahzab pasti tahu dan paham posisi HRS. Jadi ini orang bodoh yang asal jeplak dan kebodohan tersebut menular berantai melalui media sosial online,” ucapnya.

Munarman juga menjelaskan jika pencabutan warga negara bukan sekedar bedasarakan opini, akan tetapi berkaitan dengan hukum.

“Urusan cabut kewarganegaraan itu bukan urusan online dan bukan urusan gorengan opini, tapi itu urusan hukum. Yang tidak mengerti hukum kewarganegaraan hanya akan menebar kebodohan. Saat ini memang zaman banyaknya ruwaibidah tampil, makanya kebodohan merajalela,” pungkas Munarman.
suratkabar.id

Loading...
Loading...